RADAR JOGJA - Liverpool kembali menghadapi perubahan besar dalam struktur manajemen klub setelah Michael Edwards memutuskan mengakhiri perannya sebagai kepala eksekutif divisi sepak bola Fenway Sports Group (FSG).
Edwards, yang dikenal sebagai sosok penting di balik kesuksesan Liverpool pada era Jurgen Klopp, sebelumnya menjabat sebagai direktur olahraga hingga 2022.
Ia kembali bergabung dengan FSG pada 2024 dengan tugas memimpin proyek ekspansi kepemilikan klub, termasuk mencari dan mengakuisisi klub kedua untuk memperluas portofolio investasi perusahaan.
Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Setelah tidak ada perkembangan signifikan dalam proyek tersebut, Edwards memilih mengundurkan diri meski kontraknya masih tersisa satu tahun.
Baca Juga: Jude Bellingham Pimpin Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026 setelah Taklukkan Norwegia
Kepergian Edwards membuat FSG kembali melakukan penyesuaian internal. Presiden FSG, Mike Gordon, diperkirakan akan mengambil peran yang lebih besar dalam mengawasi operasional Liverpool sehari-hari.
Perubahan ini semakin menambah dinamika di Anfield pada musim panas ini. Di kursi pelatih, Arne Slot telah digantikan oleh mantan manajer AFC Bournemouth, Andoni Iraola. Sementara itu, masa depan direktur olahraga Richard Hughes juga menjadi sorotan.
Hughes, yang berperan dalam penunjukan Iraola dan masih terikat kontrak hingga 2027, dikabarkan masuk dalam radar klub Saudi Pro League, Al Hilal.
Dalam pernyataan resminya, FSG menyebut kepergian Edwards sebagai bagian dari proses transisi yang telah direncanakan setelah sejumlah prioritas strategis perusahaan diselesaikan.
Meski demikian, sejumlah sumber yang dikutip ESPN menyebut FSG sebenarnya telah berupaya mempertahankan Edwards. Namun, pria berusia 46 tahun itu dikabarkan kecewa karena proyek perluasan kepemilikan klub tidak menunjukkan kemajuan yang diharapkan.
Sebelumnya, FSG telah mengevaluasi lebih dari 20 klub sebagai calon akuisisi, termasuk Bordeaux di Prancis dan Malaga di Spanyol. Akan tetapi, awal tahun ini perusahaan memutuskan menunda rencana tersebut.
Selama berkiprah di Liverpool, Edwards menjadi salah satu arsitek utama dalam pembangunan struktur sepak bola klub. Perannya dinilai sangat penting dalam membentuk skuad yang mampu membawa The Reds kembali meraih gelar Liga Inggris pada 2025.
Dalam pesan perpisahannya, Edwards mengaku bangga dapat kembali menjadi bagian dari Liverpool dan FSG pada masa transisi yang penting.
Baca Juga: Tak Sekadar Pameran, Gelar Produk Koperasi Jateng Jadi Wadah Bangun Jejaring Usaha
"Merupakan sebuah kehormatan bisa kembali ke Fenway Sports Group dan Liverpool Football Club pada periode yang sangat penting ini. Saya meninggalkan klub dengan keyakinan bahwa Liverpool berada dalam posisi yang kuat, didukung oleh orang-orang hebat, arah yang jelas, serta fondasi yang kokoh untuk meraih kesuksesan di masa depan," ujar Edwards.
Ia menjelaskan bahwa saat kembali bergabung, dirinya tidak hanya ingin membantu Liverpool melewati masa transisi, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan ambisi FSG untuk memperluas jaringan kepemilikan klub sepak bola.
"Meskipun proyek yang lebih luas itu pada akhirnya berkembang berbeda dari yang kami bayangkan, saya bangga dengan kerja keras tim yang telah menyusun berbagai opsi strategis bagi pemilik untuk masa depan," tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Edwards menyampaikan apresiasi kepada jajaran petinggi FSG, termasuk Mike Gordon, John Henry, dan Tom Werner, serta seluruh staf Liverpool. Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para pendukung The Reds.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Mahasiswi saat KKN di UAD Ikut Mencuat, Kampus Tegaskan Proses Sanksi Berjalan
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di FSG dan Liverpool atas dukungan serta persahabatan yang telah diberikan. Yang paling penting, terima kasih kepada para suporter yang dengan semangatnya menjadikan klub ini begitu istimewa. Saya akan selalu bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan Liverpool," tutup Edwards.
Editor : Satria Putra Sejati