Harapan tim nasional Prancis untuk membatalkan kartu kuning yang diterima gelandang andalan mereka, Michael Olise, resmi kandas. FIFA menolak banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Prancis, sehingga Olise tetap berada dalam ancaman skorsing apabila kembali menerima kartu kuning saat menghadapi Maroko pada perempat final Piala Dunia FIFA 2026.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengonfirmasi keputusan tersebut dalam konferensi pers pada Rabu.
"Tidak ada perubahan terkait kartu kuning Olise. Kami menerima keputusan FIFA pagi ini bahwa kartu kuning tersebut tetap dipertahankan," ujar Deschamps.
Kartu kuning itu diberikan kepada Olise pada menit ke-97 saat Prancis menang tipis 1-0 atas Paraguay di babak sebelumnya. Insiden bermula dari perselisihan dengan pemain Paraguay, Matías Galarza. Tayangan ulang menunjukkan Olise hanya sempat menarik jersey lawannya sebelum Galarza terjatuh, namun wasit tetap menjatuhkan hukuman kartu kuning.
Baca Juga: Banding Prancis Ditolak FIFA, Michael Olise Terancam Absen Perkuat Les Blues di Semifinal
Dengan keputusan tersebut, Olise kini harus tampil ekstra hati-hati saat menghadapi Maroko. Jika kembali mendapat kartu kuning, ia dipastikan absen apabila Prancis berhasil melaju ke babak semifinal.
Berbeda dengan Kasus Balogun
Keputusan FIFA terhadap Olise menjadi sorotan karena berbeda dengan penanganan kasus striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Sebelumnya, hukuman kartu merah Balogun dibatalkan sehingga ia dapat tampil dalam laga melawan Belgia.
Kasus tersebut menuai kontroversi setelah muncul klaim bahwa keputusan itu diambil menyusul komunikasi antara Donald Trump dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Meski demikian, Amerika Serikat tetap tersingkir usai kalah 1-4 dari Belgia.
Deschamps Fokus Hadapi Maroko
Selain membahas kartu kuning Olise, Deschamps juga menanggapi berbagai isu lain menjelang laga kontra Maroko, mulai dari komentar bernada rasis yang ditujukan kepada kapten Prancis, Kylian Mbappé, hingga kritik terhadap kepemimpinan wasit.
Meski tiga pemain Prancis menerima kartu kuning saat melawan Paraguay sementara lawan tidak mendapatkan satu pun, Deschamps enggan mempermasalahkan kinerja wasit.
"Itu berada di luar kendali kami. Saya percaya kepada perangkat pertandingan. Terkadang keputusan wasit memang memunculkan perdebatan, tetapi lawan kami adalah Maroko, bukan wasit. Tugas mereka adalah menerapkan aturan permainan secara adil," katanya.
Deschamps juga memastikan kondisi mental Mbappé tetap baik setelah sang pemain mengecam komentar seorang senator Paraguay yang dilontarkan seusai pertandingan sebelumnya.
"Kylian baik-baik saja. Apa pun yang terjadi, dia tidak ingin terus memikirkan hal itu. Dia sangat kuat secara mental maupun fisik dan hanya fokus pada pertandingan besok," ujar Deschamps.
Fokus pada Target Lolos Semifinal
Laga melawan Maroko menjadi kesempatan bagi Prancis untuk mencatat sejarah dengan menembus semifinal Piala Dunia untuk ketiga turnamen berturut-turut, menyamai pencapaian yang sebelumnya hanya diraih oleh Jerman dan Brasil.
Ketika ditanya mengenai masa depannya bersama tim nasional Prancis setelah turnamen berakhir, Deschamps menegaskan seluruh perhatiannya saat ini hanya tertuju pada pertandingan melawan Maroko.
"Terima kasih atas perhatian Anda, tetapi saya tidak memikirkan hal itu. Dalam sepak bola banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Fokus kami sekarang hanya satu, yaitu mengalahkan Maroko," tutupnya.
Editor : Bahana.