Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Folarin Balogun, Penyerang Amerika Serikat yang Lahir karena Kebetulan dan Kini Bersinar di Piala Dunia

Bahana. • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:55 WIB
Folarin Balogun
Folarin Balogun
Penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjadi salah satu sorotan pada Piala Dunia 2026. Ketajamannya di lini depan membantu tim berjuluk Stars and Stripes melaju melaju ke babak 16 besar.

Namun saat melawan Bosnia, Balogun kembali menjadi sorotan. Balogun turut andil membawa kemenangan AS atas golnya di punghujung babak pertama.

Namun publik Amerika juga cukup cemas. Kartu merah atas pelanggaran yang dibuat membuat Balogun absen di laga 16 besar.

Ketidakhadiran Balogun menjadi ancaman bagi skuad Amerika Serikat. 

Sejauh ini, Balogun tampil cukup impresif bersama Amerika Serikat.

Baca Juga: Kisah Anne Boleyn: Dari Ratu Inggris hingga Dipenggal di Tower of London

Namun, di balik kisah unik, tersimpat  kisah yang kini ikut menjadi bagian dari perdebatan politik di Amerika Serikat.

Balogun sebenarnya tumbuh besar di Inggris dan menghabiskan sebagian besar karier sepak bolanya di Eropa. Ia juga sempat menjadi incaran tim nasional Inggris dan Nigeria, negara asal kedua orang tuanya. Namun, pada 2023 ia memilih membela Amerika Serikat, negara tempat dirinya lahir secara tidak terduga.

Kelahiran Balogun di Amerika terjadi karena sebuah kebetulan. Pada 2001, sang ibu, Florence Balogun, sedang mengandung saat berkunjung ke New York. Ketika hendak kembali ke London, maskapai penerbangan menolak mengizinkannya terbang karena usia kehamilannya sudah terlalu tua. Akibatnya, Balogun lahir di Brooklyn pada Juli 2001 sebelum akhirnya dibawa pulang ke Inggris sekitar dua bulan kemudian.

Status kelahirannya di Amerika Serikat membuat Balogun otomatis memperoleh kewarganegaraan berdasarkan prinsip birthright citizenship atau kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir yang dijamin oleh Amendemen Ke-14 Konstitusi Amerika Serikat.

Kini, keputusan tak terduga tersebut justru menjadi berkah bagi sepak bola Amerika. Balogun tampil gemilang sepanjang fase grup Piala Dunia dengan mencetak dua gol saat mengalahkan Paraguay serta berperan dalam terciptanya gol bunuh diri lawan ketika menghadapi Australia. Penampilannya mengantarkan Amerika Serikat finis sebagai juara Grup D sekaligus lolos ke fase gugur.

Balogun mengaku bangga bisa membela negara tempat dirinya dilahirkan. Ia merasa perjalanan hidupnya memiliki cerita yang sangat istimewa.

"Saya sangat bangga dan merasa terhormat. Semua ini terjadi karena suatu alasan. Kisah saya benar-benar unik dan sulit dijelaskan," ujarnya.

Masih Beradaptasi dengan Kehidupan Amerika

Meski berstatus warga negara Amerika, Balogun mengaku masih banyak menemukan hal-hal yang terasa asing selama berada di negara tersebut.

Baca Juga: Julian Laporta: Tawaran Barcelona untuk Julian Alvarez Tetap Masih Berlaku

Ia dibesarkan di Inggris dan belum lama bergabung dengan tim nasional Amerika, sehingga berbagai budaya lokal masih membuatnya terkejut. Rekan-rekannya memperkenalkannya pada restoran khas Amerika seperti Chili's, sementara ia juga dibuat heran dengan porsi makanan yang sangat besar hingga kebiasaan staf pelatih yang gemar memutar musik country.

Bek Amerika Serikat Chris Richards menyebut Balogun sering menganggap Amerika seperti sebuah "simulasi" karena banyak hal yang menurutnya tidak biasa.

Bek lainnya, Mark McKenzie, menceritakan bahwa Balogun kerap bertanya mengenai berbagai hal yang ditemuinya di jalan, mulai dari papan reklame, orang-orang yang berpakaian unik, hingga restoran cepat saji khas Amerika seperti Bojangles.

Meski demikian, Balogun menikmati pengalaman barunya. Menurutnya, Amerika menawarkan begitu banyak pilihan aktivitas.

"Setiap pagi ada yang pergi berselancar, ada yang memancing, ada yang berbelanja. Pilihannya sangat banyak dan saya menyukai itu," katanya.

Performa Balogun Ikut Muncul dalam Perdebatan Politik

Kesuksesan Balogun di Piala Dunia muncul bersamaan dengan memanasnya perdebatan mengenai aturan birthright citizenship di Amerika Serikat.

Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya mengeluarkan perintah eksekutif yang bertujuan membatasi pemberian kewarganegaraan otomatis bagi anak-anak yang lahir di Amerika dari orang tua tertentu, termasuk mereka yang berstatus imigran tanpa dokumen maupun pemegang izin tinggal sementara.

Kebijakan tersebut kemudian diblokir oleh sejumlah pengadilan federal yang menilai aturan itu bertentangan dengan Amendemen Ke-14 Konstitusi Amerika Serikat. Perkara tersebut kini masih menjadi perhatian setelah ditinjau oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Di tengah perdebatan tersebut, kisah Balogun kerap dijadikan contoh oleh para pendukung sistem kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir.

Pengacara David Boyle, yang mengajukan pendapat hukum mendukung aturan tersebut, mengatakan bahwa Amerika telah berkali-kali memperoleh manfaat dari anak-anak yang lahir di negaranya, termasuk Balogun yang kini menjadi salah satu pemain terbaik tim nasional.

Baca Juga: Puji Harry Kane Sebagai Pahlawan Inggris, Wayne Rooney Tetap Soroti Masalah di Lini Tengah dan Pertahanan The Three Lions

Pandangan serupa disampaikan Guru Besar Hukum dari Indiana University, Gerard Magliocca. Menurutnya, kisah Balogun menunjukkan bahwa seseorang yang lahir dari orang tua yang hanya berada sementara di Amerika tetap dapat memberikan kontribusi besar bagi negara tersebut.

Namun, pihak yang mendukung pembatasan birthright citizenship tetap berpendapat bahwa prestasi olahraga tidak boleh dijadikan dasar dalam menentukan kebijakan negara.

Pengacara Dennis Grossman menyatakan bahwa keberhasilan Balogun di lapangan tidak mengubah persoalan hukum maupun keamanan nasional yang menjadi dasar gugatan terhadap sistem kewarganegaraan tersebut.

Sementara itu, pengacara William Dickson mengaku mengagumi penampilan Balogun sebagai penggemar sepak bola, tetapi tetap berpendapat bahwa sang pemain seharusnya tidak memenuhi syarat sebagai warga negara Amerika karena hubungannya dengan negara tersebut dinilai sangat terbatas.

Terlepas dari kontroversi tersebut, bagi sebagian besar pendukung tim nasional Amerika Serikat, fokus utama tetap berada pada kontribusi Balogun di atas lapangan.

Gelandang Weston McKennie bahkan memperlihatkan berbagai video kepada Balogun yang menampilkan para pendukung Amerika merayakan gol-gol tim nasional di berbagai kota. Momen itu membuat Balogun menyadari besarnya dampak yang telah ia berikan.

"Saat ini kami mungkin belum benar-benar memahami apa yang sedang terjadi karena masih menjalaninya. Namun nanti, ketika semua ini selesai dan kami kembali ke kehidupan sehari-hari, saya rasa kami akan menyadari besarnya dampak yang telah tercipta. Itu adalah sesuatu yang indah," ujar Balogun.

Editor : Bahana.
#world cip 2026 #Folarin Balogun #piala dunia 2026