Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Son Heung-min Minta Maaf usai Korea Selatan Tersingkir di Piala Dunia 2026, Fans Murka Desak Hong Myung-bo Mundur

Bahana. • Selasa, 30 Juni 2026 | 17:39 WIB
Son Heung-min
Son Heung-min

SEOUL – Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min, menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung setelah timnya tersingkir secara mengejutkan pada fase grup Piala Dunia 2026. Son mengakui kegagalan tersebut menjadi kenyataan pahit yang hingga kini masih sulit diterimanya.

Korea Selatan gagal melaju ke babak 32 besar setelah hanya meraih satu kemenangan dan dua kekalahan di fase grup. Harapan untuk lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik pupus usai kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir.

Kekalahan itu memicu gelombang kekecewaan di kalangan suporter. Saat skuad tiba di Bandara Internasional Incheon pada Selasa (30/6), para pemain mendapat sambutan hangat, sementara mantan pelatih Hong Myung-bo menjadi sasaran cemoohan.

Baca Juga: TKD Yang Disewakan Reno Candra Sangaji Digunakan Sebagai Tempat Hunian, Uang Sewa Tidak Masuk ke Kas Negara

Hong, yang resmi mengundurkan diri pada Minggu (29/6), memilih berjalan keluar bandara tanpa memberikan komentar kepada awak media. Suporter meneriakkan slogan "Hong out!" dan membawa spanduk bertuliskan "Sepak bola Korea Selatan telah mati" sebagai bentuk protes atas kegagalan tim.

Di sisi lain, Son memilih menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya.

"Saya benar-benar tidak tahu harus mulai dari mana. Saya tidak bisa berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa, dan saya tidak ingin lari dari kenyataan," tulis Son.

Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Korea Selatan dan para pendukung tim nasional.

"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Korea Selatan dan seluruh penggemar yang telah mendukung serta mencintai tim nasional kami."

Pemain berusia 33 tahun itu mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa perjalanan Korea Selatan harus berakhir begitu cepat.

"Sejujurnya, bahkan sampai sekarang, tidak mudah menerima kenyataan ini,".

Belum Bicara Soal Pensiun

Piala Dunia 2026 diyakini menjadi penampilan terakhir Son di ajang empat tahunan tersebut. Pemain yang akan berusia 34 tahun bulan depan itu belum memberikan kepastian apakah masih akan memperkuat tim nasional setelah turnamen ini.

Dalam pernyataannya, Son tidak menyinggung isu pensiun. Ia hanya menegaskan tekadnya untuk mengembalikan kepercayaan para pendukung.

"Daripada mencoba menjelaskan semuanya dengan kata-kata sekarang, saya akan melakukan segala yang saya bisa dari posisi saya saat ini untuk merebut kembali hati masyarakat Korea Selatan dan para pencinta sepak bola," jelasnya.

Baca Juga: TKD Yang Disewakan Reno Candra Sangaji Digunakan Sebagai Tempat Hunian, Uang Sewa Tidak Masuk ke Kas Negara

"Saya akan berjuang dengan semua yang saya miliki untuk kembali membawa kebahagiaan bagi kalian," katanya.

Pada laga melawan Afrika Selatan, Son hanya dimainkan sepanjang babak kedua. Keputusan Hong Myung-bo mencadangkan sang kapten sejak menit awal menjadi salah satu sorotan utama dan menuai kritik tajam dari publik.

Keputusan Hong Dipertanyakan

Banyak suporter menilai keputusan mencadangkan Son dalam pertandingan hidup-mati melawan Afrika Selatan menjadi titik balik kehancuran Korea Selatan di turnamen ini.

Mahasiswi berusia 20 tahun, Song Min-kyung, mengaku terkejut dengan keputusan tersebut.

"Saya sangat terkejut ketika Son dicadangkan saat melawan Afrika Selatan. Menurut saya, di situlah semua kesalahan di Piala Dunia ini bermula," ujarnya.

Kritik terhadap Hong sebenarnya sudah muncul sejak Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menunjuknya sebagai pelatih pada 2024. Sejumlah pihak menilai proses pemilihannya tidak berjalan secara transparan.

Kegagalan di Piala Dunia semakin memperbesar tekanan terhadap Hong. Bahkan pengunduran dirinya dinilai belum cukup meredakan kemarahan sebagian suporter.

Kim Gi-mo, salah seorang penggemar yang datang ke bandara, mengaku masih mempertanyakan ketulusan pengunduran diri sang pelatih.

Baca Juga: Dishub Kulon Progo Pastikan Ratusan LPJU Terpasang Tahun Ini, Mulai dari Jalan Kabupaten hingga Nasional

"Saya mempertanyakan apakah pengunduran dirinya benar-benar tulus, melihat sikapnya saat mengumumkannya. Dia telah merusak pesta sepak bola yang hanya datang setiap empat tahun sekali," katanya.

Skuad Korea Selatan sebelumnya digadang-gadang sebagai "generasi emas" berkat kehadiran pemain-pemain top seperti Son Heung-min, Kim Min-jae, dan Lee Kang-in. Namun, harapan untuk setidaknya mencapai babak 32 besar akhirnya sirna setelah kekalahan mengejutkan dari Afrika Selatan menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Editor : Bahana.
#Son Heung-Min #Korea Selatan #piala dunia 2026