Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prancis Ngeri-Ngeri Sedap! Potter Sebut Swedia Harus Tampil Sempurna saat Bertemu Les Bleus

Bahana. • Selasa, 30 Juni 2026 | 16:24 WIB
Graham Potter pimpin Swedia ke Piala Dunia 2026 setelah kemenangan melawan Polandia di final Playoff
Graham Potter pimpin Swedia ke Piala Dunia 2026 setelah kemenangan melawan Polandia di final Playoff

Pelatih Timnas Swedia Graham Potter mengakui timnya harus menampilkan performa terbaik jika ingin menyingkirkan Prancis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. 

Menurutnya, Les Bleus merupakan tim yang hampir tidak memiliki kelemahan dan dihuni pemain-pemain berkualitas di setiap lini.

Swedia akan menghadapi Prancis di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Selasa (1/7), dengan status sebagai tim nonunggulan.

Sementara Prancis datang dengan modal meyakinkan setelah menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dan lolos ke babak gugur sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Baca Juga: Gagal Total Dalam Perhelatan Piala Dunia 2026, Nagelsmann Pede Ingin Terus Tangani Jerman

Potter menyadari tantangan besar yang menanti timnya, terlebih Prancis diperkuat sejumlah pemain bintang, termasuk kapten Kylian Mbappe.

"Kami harus bermain sedekat mungkin dengan kata sempurna. Kami tahu kualitas lawan yang akan dihadapi dan kami sangat menghormati mereka," ujar Potter dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Swedia sendiri lolos ke putaran final Piala Dunia dengan perjuangan yang tidak mudah setelah melalui babak kualifikasi yang berat.

Di fase grup, performa mereka juga terbilang inkonsisten. Mereka sempat membantai Tunisia 5-1, tetapi kemudian kalah dengan skor identik 1-5 dari Belanda.

Meski demikian, Potter tetap percaya tim mudanya memiliki peluang selama mampu mengeluarkan kemampuan terbaik di lapangan.

Harapan Swedia bertumpu pada skuad yang mayoritas dihuni pemain muda dengan pengalaman terbatas di Piala Dunia. Sosok paling berpengalaman di tim adalah Victor Lindelof, yang mampu bermain sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan.

Pada laga sebelumnya melawan Jepang yang berakhir imbang 1-1, Potter sempat memainkan Lindelof sebagai gelandang sebelum mengembalikannya ke posisi bek di babak selanjutnya.

Lindelof mengatakan seluruh pemain menyadari besarnya arti pertandingan melawan Prancis.

"Bagi banyak pemain, ini adalah turnamen besar pertama mereka setelah perjalanan yang panjang untuk bisa berada di sini. Ini adalah petualangan kami di Piala Dunia dan kami tidak ingin perjalanan ini berakhir," kata Lindelof.

Baca Juga: Berkontribusi Besar Dalam Menyingkirkan Jepang di Piala Dunia 2026, Gelandang Man Utd Ini Ungkap Rahasia Kemenangan Brasil

Saat ditanya mengenai kelemahan yang bisa dimanfaatkan dari lini pertahanan Prancis, Potter justru menolak anggapan bahwa lawannya memiliki titik lemah.

"Saya rasa kelemahan bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan tim Prancis. Mereka memiliki kualitas di semua lini. Karena itu, kami harus memainkan pertandingan terbaik dalam hidup kami jika ingin menang," tegas mantan pelatih Chelsea dan West Ham United tersebut.

Editor : Bahana.
#world cup 2026 #les bleus #Prancis #swedia #piala dunia 2026