Maroko kembali menunjukkan keperkasaannya dengan memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA setelah menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti dengan skor 3-2 di Stadio Guadalupe, León Baru, Meksiko, Senin (29/6/2026).
Pertandingan sengit selama 90 menit berakhir imbang 1-1.
Kiper Maroko, Yassine Bounou, menjadi pahlawan kemenangan setelah menggagalkan tendangan penalti keempat Belanda yang dieksekusi Crysencio Summerville. Setelah penyelamatan tersebut, Ismael Saibari tampil sebagai penendang terakhir dan sukses melepaskan tendangan keras yang memastikan kemenangan Maroko.
Hasil ini membawa Maroko melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Kanada di Houston pada Sabtu mendatang.
Gol Penyeimbang Dramatis
Belanda sebenarnya berada di ambang kemenangan setelah Cody Gakpo mencetak gol pada menit 71. Gol tersebut menjadi momen emosional bagi penyerang Liverpool itu, yang baru saja mendapat kabar duka setelah pasangannya mengonfirmasi meninggalnya calon buah hati mereka.
Baca Juga: Nenek 76 Tahun Asal Gunungkidul Ditemukan Meninggal di Lahan Perbukitan
Usai mencetak gol, Gakpo terlihat terjatuh ke lapangan sambil diliputi emosi sebelum dipeluk rekan setimnya.
Namun keunggulan Belanda sirna pada masa injury time. Tepat di menit pertama tambahan waktu, Issa Diop berhasil menyundul bola hasil umpan silang pemain pengganti Chemsdine Talbi tanpa kawalan untuk mengubah skor menjadi 1-1 dan memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Maroko Lebih Berbahaya
Sepanjang pertandingan, Maroko justru lebih banyak menciptakan peluang berbahaya meski duel berlangsung keras dengan banyak tekel yang menguji kesabaran wasit asal Brasil, Wilton Sampaio.
Pada menit ke-20, Neil El Aynaoui hampir membawa Maroko unggul melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Achraf Hakimi. Namun, kiper Belanda Bart Verbruggen melakukan penyelamatan refleks yang gemilang.
Belanda lebih banyak menguasai bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Kesempatan terbaik mereka di babak pertama hadir pada menit ke-44 ketika Micky van de Ven melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih mampu ditepis Bounou.
Pertandingan juga diwarnai insiden keras. Saibari sempat lolos dari hukuman setelah menyikut wajah Jan Paul van Hecke. Bek Belanda tersebut kemudian mengalami luka di kepala akibat benturan, tetapi tetap melanjutkan pertandingan dan beberapa kali terlibat duel keras.
Adu Penalti Menentukan
Pada babak tambahan waktu, Maroko nyaris memastikan kemenangan ketika Soufiane Rahimi berhasil lolos menghadapi Verbruggen. Namun, sang penjaga gawang Belanda melakukan penyelamatan spektakuler yang menjaga peluang timnya.
Baca Juga: Program Bedah Rumah di Papua Perkuat Kualitas Hunian dan Dorong Pemerataan Pembangunan
Laga akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Meski Neil El Aynaoui gagal pada tendangan pertama setelah bola membentur mistar, Maroko mampu bangkit. Bounou menjadi penentu dengan menggagalkan eksekusi Summerville sebelum Saibari memastikan kemenangan 3-2 melalui tendangan penalti terakhir.
Kemenangan tersebut mengantar Maroko melaju ke babak 16 besar, bertemu dengan Kanada yang sebelumnya mengalahkan Afrika Selatan.
Editor : Bahana.