JOGJA – PSIM Jogja belum benar-benar mengakhiri kompetisi BRI Super League musim 2015/2026. Karena masih harus membayar denda akibat dua laga terakhir musim lalu.
Komisi disiplin (Komdis) PSSI menghukum PSIM terkait penyalaan flare (suar) secara masif oleh oknum suporter di laga pamungkas kompetisi Super League musim 2026/2027 atau saat Laskar Mataram menjamu Madura United FC dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul Minggu (17/5) lalu.
Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI yang dirilis pada Selasa (19/5), manajemen PSIM Jogja dan Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan total harus membayar hingga Rp 290 juta akibat pelanggaran regulasi tersebut.
Baca Juga: Kasasi Ditolak, DPC PDIP Kebumen Siapkan PAW Khanifudin di DPRD
Sanksi terberat dijatuhkan langsung kepada pihak klub PSIM Jogja. Sebab komdis PSSI menilai klub gagal membendung euforia negatif suporter yang menyalakan flare dalam jumlah banyak di tiga tribune sekaligus, yakni Tribun Timur, Tribun Selatan, dan Tribun Barat sesaat setelah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup oleh wasit.
Akibat pelanggaran tanggung jawab ini, klub kebanggaan masyarakat Kota Jogja ini dijatuhi denda sebesar Rp 250 juta.
Tak hanya klub, Panpel PSIM Jogja juga tidak luput dari jerat sanksi. Dalam hal ini, Panpel dinilai lalai dan gagal menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga ketertiban serta keamanan di area stadion.
Baca Juga: Gelar Operasi Pekat, Polres dan Satpol PP Kebumen Temukan Miras di Warung-Warung Kecil di Pedesaan
Kebobolannya pengamanan di pintu masuk yang membuat barang terlarang seperti flare bisa lolos ke dalam stadion membuat Panpel dijatuhi denda mandiri sebesar Rp 40 juta. Alhasil atas berbagai denda itu PSIM Jogja harus membayar sebesar Rp 290 juta.
Denda beruntun ini tentu menjadi kerugian besar bagi manajemen PSIM Jogja di tengah persiapan menyongsong kompetisi Super League musim 2026/2027. Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno pun berharap Kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.
"Sekarang tuh memang harus ayolah kita saling mendukung," lontarnya, Rabu (24/6).
Baca Juga: Gegara Kenaikan Harga BBM, Droping Air Bersih di Gunungkidul Dikurangi 350 Rit
Tak hanya itu, wanita yang akrab disapa Liana ini juga berpesan kepada suporter agar bisa mengerti apa yang sedang dilakukan oleh pihak manajemen. Sebab saat ini jajaran manajemen sendiri sedang berfokus agar PSIM Jogja bisa menjadi tim yang sehat.
"Fokus saya itu aja gitu. Tapi nanti following saya yakin supporter itu juga pasti akan mengikuti gitu ya. Tapi tentunya itu juga harus didukung oleh pemerintahan setepat," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo