JOGJA - Manajemen PSIM Jogja resmi memperpanjang kontrak pelatih Jean Paul Van Gastel untuk menghadapi kompetisi Super League musim depan. Kepastian tersebut diumumkan sehari setelah Laskar Mataram menuntaskan laga terakhir BRI Super League 2025/2026 pekan 34 melawan Arema FC pada Jumat (22/5).
Van Gastel mengaku bersyukur dapat melanjutkan karier bersama PSIM Jogja. Selama hampir satu tahun berada di Indonesia, pelatih berusia 54 tahun tersebut mengaku semakin nyaman dengan kehidupan di Jogja, baik di dalam maupun luar lapangan.
Baca Juga: 5 Aplikasi Jadwal Sholat Online Terbaik: Ibadah Lancar Tanpa Harus Kurangi Storage HP
"Saya pikir klub ini memiliki jiwa. Saya juga suka kehidupan saya di luar sepak bola. Jogja benar-benar kota indah untuk ditinggali. Semua hal itu membuat saya ingin bertahan setidaknya satu tahun lagi," ungkapnya.
Menghadapi musim baru, Van Gastel pun memasang target lebih tinggi bersama Laskar Mataram. Setelah musim ini fokus utama tim adalah bertahan di kompetisi tertinggi, ia ingin PSIM tampil lebih kompetitif pada musim depan.
Baca Juga: Catat!!! Berikut Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Matchday Bulan Juni Lawan Oman dan Mozambik
"Target musim ini adalah terhindar dari degradasi. Hasil itu menjadi pijakan awal bagus. Musim depan, saya ingin tim lebih kompetitif. Kami akan menyusun komposisi pemain terbaik agar mampu bersaing di papan atas klasemen," tegasnya.
Lebih dari itu, ia juga berharap dukungan suporter PSIM semakin besar. Karena atmosfer stadion dinilai mampu meningkatkan motivasi pemain di lapangan. "Jadi, saya sangat penuh harapan untuk musim depan," sebutnya.
Sementara itu, keputusan memperpanjang kerja sama berdurasi satu musim itu diambil setelah manajemen melakukan evaluasi menyeluruh. Baik performa tim, perkembangan permainan, hingga keselarasan visi jangka panjang klub. Hal ini menunjuukan bahwa Van Gastel dinilai berhasil membawa identitas permainan yang jelas sepanjang musim. "Coach Van Gastel sudah membuktikan kapasitasnya sepanjang musim ini. Tim konsisten menunjukkan identitas permainan menyerang dan penguasaan bola dari awal hingga akhir musim," kata Steven Sabtu (23/5).
Steven menyadari, untuk membangun skuad Laskar Mataram yang kuat dan berkelanjutan tidak bisa dilakukan secara instan. "Semua butuh proses yang terus berkembang. Karena itu, Van Gastel adalah sosok yang sangat tepat untuk melanjutkan fondasi ini," ujarnya.
General Manager jebolan program Master in Football Business dari Johan Cruyff Institute Barcelona tersebut menguraikan, manajemen juga berkaca pada tim-tim lain di Eropa dalam membangun kerangka dan fondasi tim PSIM. "Kami belajar dari banyak klub luar negeri, seperti Arsenal bersama Mikel Arteta. Bahwa kesuksesan butuh waktu, proses, dan fondasi yang kuat untuk mencapai tujuan utama," tuturnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita