Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wawancara Eksklusif dengan Coach Ansyari ‘Uwak’ Lubis: Terima Kasih Coach Seto Yang Membawa Saya

Guntur Aga Tirtana • Minggu, 10 Mei 2026 | 05:06 WIB
Coach Ansyari Lubis
Coach Ansyari Lubis

 

Datang pada 2022 lalu dengan status pelatih PSMS Medan, Ansyari ‘Uwak’ Lubis setia bersama PSS Sleman. Silih berganti menjadi asisten pelatih beberapa pelatih, mulai dari Seto Nurdiyantoro hingga Pieter Huistra, Uwak dipromosikan jadi pelatih saat Super Elang Jawa terdegradasi ke Pegadaian Championship musim 2025/2026. Dianggap hanya bayang-bayang Direktur Teknis Pieter Huistra, apa tanggapannya?

 

Radar Jogja (RJ): Luar biasa coach hanya semusim PSS di Championship, langsung promosi. Selamat!

Asnyari Lubis (AL): Terima Kasih, berkat doa dan dukungan teman-teman juga.

RJ : Dulu datang awalnya jadi asisten tapi kini jadi pelatih kepala berhasil membawa promosi, apa kunci suksesnya ?

Baca Juga: 23 Warga Purwomartani Sleman Terkena Gangguan Kesehatan Dugaan Kebocoran Gas di Pabrik Es Kristal Kalasan

AL: Ya ketekunan, tekun terus disiplin, terus bisa memotivasi diri sendiri. Karena kami berjuang juga untuk keluarga, untuk masyarakat Sleman. Itu yang membuat motivasi kami berlebih ya. Jadi ini yang menaikkan moral kami untuk mengangkat tim PSS Sleman kembali ke Liga 1.

RJ: Banyak yang menyebut-nyebut di musim ini, Coach Ansyari jadi bayang-bayangnya dari Direktur Teknik Pieter Huistra. Terkait ini tanggapannya gimana Coach?

AL: Iya, itu karena memang penugasan seperti itu ya kan. Saya kira Coach Huistra sangat banyak berperan dalam hal ini. Ya kan saya tinggal menjalankan apa yang dia instruksikan ke saya. Jadi saya kira tidak ada masalah dan ini banyak menambah khazanah pengalaman saya buat ilmu kepelatihan saya gitu.

Baca Juga: PSS Sleman Jangan Mampir Ngombe di Super League

RJ: Apakah musim depan masih akan bertahan di PSS Sleman atau tidak ?

AL: InsyaAllah belum ada pembicaraan. Tapi mudah-mudahan nanti kalau ada pembicaraan itu saya kabari.

RJ: Apa hal yang paling menyedihkan selama bersama PSS Sleman ?

AL: Ya tahun kemarin (musim 2024/2025) yang sangat sedih ya. Karena kami pas di akhir kompetisi kami bermain di Madura, walaupun kami menang tapi kami degradasi. Itu yang membuat apa perasaan yang kurang baiklah. Artinya sepanjang saya berkarier di sepak bola, baik sebagai pemain juga jadi pelatih, itu hal yang sangat menyedihkan, sangat menyakitkan.

Baca Juga: Berdasarkan Laporan Masyarakat, Dalam 24 Jam Polres Bantul Sita Ratusan Botol Miras Ilegal dari Enam Lokasi

RJ: Apa harapan setelah berhasil membawa PSS Sleman promosi ke Super League ?

AL:  Ya mudah-mudahan tahun depan kami bisa membentuk tim lebih bagus lagi dan bisa bersaing di kompetisi Super League.

Saat akan mengakhiri sesi wawancara, Uwak tetiba mengatakan, “Terimakasih buat Coach Seto (Nurdiyantoro) yang telah membawa saya ke mari (PSS). Karena dengan beliau mengajak kemarin, saya bisa berkiprah di Sleman.”

RJ; Sukses selalu coach! (ayu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#PSS #ansyari lubis #Seto Nurdiayantoro #PSS Sleman #uwak