RADAR JOGJA - Bayern Munich dan Paris Saint Germain sama-sama mengharapkan pertandingan menyerang lainnya ketika bertemu kembali untuk leg kedua semifinal Liga Champions pada Kamis (7/5) dini hari di Allianz Arena.
Kedua tim memainkan pertandingan klasik Eropa di leg pertama pekan lalu di Paris, dengan kemenangan PSG 5-4 menjadikannya pertandingan semifinal dengan skor tertinggi dalam sejarah kompetisi.
Baik kubu Bayern maupun PSG tidak memberikan indikasi bahwa akan ada perubahan pendekatan untuk leg kedua, meskipun ada kritik terhadap pertahanan dari beberapa pihak dan hadiah berupa tempat di final Liga Champions dipertaruhkan.
Baca Juga: Keanu Sanjaya Bawa Timnas Indonesia U17 Awali Piala Asia U17 dengan Kemenangan atas China
"Terus terang, di lapangan, kami juga berpikir itu adalah pertandingan yang gila. Kami bermain sepak bola untuk pertandingan seperti ini dan saya pikir apa yang kami tunjukkan adalah salah satu pertandingan terindah di Liga Champions," kata gelandang PSG Warren Zaire-Emery.
"Intensitas yang ada, komitmen, gol-golnya. Itu sungguh luar biasa. Dan sejujurnya, kami mengharapkan hal yang sama, pertandingan yang sama, dan bahkan lebih. Kami siap, kami memiliki tujuan yang jelas dan kami akan mencoba untuk mencapai final," imbuhnya.
Zaire-Emery diperkirakan akan mengisi posisi bek kanan menggantikan Achraf Hakimi, yang cedera di leg pertama.
Baca Juga: Casemiro: Neymar Tidak Perlu Membuktikan Apapun dan Harus Pergi ke Piala Dunia Jika Fit
Pelatih kepala PSG, Luis Enrique menepis kemungkinan timnya akan berusaha mempertahankan keunggulan dari leg pertama, meskipun mengetahui hasil imbang di Munich akan cukup untuk mengamankan tempat di final.
"Ini akan menjadi pertandingan tingkat tinggi antara dua tim terbaik di Eropa," kata Enrique.
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa itu akan berbeda dari apa yang kita lihat di pertandingan pertama. Saya pikir kedua tim tidak menerima bahwa tim lain lebih baik. Itu berarti pertandingan ini bisa lebih baik lagi," imbuhnya.
"Kami mencoba untuk memenangkan setiap pertandingan. Melawan Bayern, kami tidak perlu mengubah apa pun karena tujuan kami adalah mencoba untuk memenangkan pertandingan," jelasnya.
"Saatnya memberikan lebih banyak lagi untuk mencapai final. Penting dalam pertandingan seperti ini bagi kami untuk menunjukkan mengapa kami berada di sini dan mencoba untuk menjadi yang paling setia pada jati diri kami sebagai sebuah tim," lanjutnya.
Serge Gnabry adalah satu-satunya pemain Bayern yang absen karena cedera setelah Raphael Guerreiro dan Lennart Karl kembali berlatih penuh, menjadikan mereka kandidat untuk menghadapi PSG.
Pelatih kepala Bayern, Vincent Kompany seperti rekan sejawatnya di PSG, menyukai pendekatan yang berani dan dia menegaskan bahwa dia tidak melihat alasan untuk mengubahnya di leg kedua di Allianz Arena.
"Jika saya mengatakan bahwa saya benar-benar ingin melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda, itu bukanlah jawaban yang baik," kata Kompany.
"Ini tentang menawarkan detail kecil sebagai solusi bagi para pemain. Hal yang sama berlaku untuk Luis Enrique. Para pemain perlu didorong atas apa yang telah mereka lakukan dengan baik sepanjang musim," tambahnya.
"Itu selalu bergantung pada kedua tim. Jika salah satu memutuskan untuk mundur selangkah, maka mungkin akan lebih tenang. Jika tidak, maka tidak akan tenang. Anda harus tetap berpegang pada apa yang telah membawa tim sejauh ini, jadi sulit bagi kami dan Paris untuk bermain secara berbeda," jelasnya.
Dengan keuntungan bermain di kandang, Kompany menegaskan prioritas utama adalah meraih kemenangan karena Bayern Munich saat ini dalam posisi tertinggal.
"Yang terpenting pada akhirnya adalah memenangkan pertandingan, itu prioritasnya," lanjutnya.
"Terkadang para bek lebih unggul dan terkadang para penyerang. Kita harus sepenuhnya fokus selama 90 menit," tegasnya.
"Saat ini, kami berada pada titik di mana para pemain masih memiliki energi. Itu penting, tetapi saya akan mengatakan PSG juga dalam kondisi prima. Mereka selalu menunjukkan intensitas itu," pungkas Kompany.
Editor : Satria Putra Sejati