RADAR JOGJA - Penalti Chris Wood di babak kedua memberi Nottingham Forest keunggulan dalam semifinal Europa League melawan sesama tim Inggris melawan Aston Villa pada Jumat (1/5) dini hari.
Striker Selandia Baru itu dengan tegas mengeksekusi penalti dari titik penalti untuk membawa The Tricky Trees hanya 90 menit lagi menuju final Eropa pertama dalam 46 tahun setelah unggul 1-0 di leg pertama.
Namun Nottingham tahu masih ada pekerjaan yang harus dilakukan jika ingin mencoba mengikuti jejak tim Brian Clough yang memenangkan Piala Eropa berturut-turut pada tahun 1979 dan 1980.
Baca Juga: Tekan Human Error, SPP Yogyakarta Sediakan 48 Robot yang Bisa Pilah 3000 Paket dalam Satu Jam
Vitor Pereira masih harus menempuh jalan panjang sebelum mencapai status Clough, tetapi ia telah merancang perubahan drastis dalam keberuntungan Forest karena sekarang tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi.
Akan menjadi tugas yang sulit untuk mempertahankan keunggulan tipis di leg kedua pekan depan dan Villa sama sekali belum tersingkir dari pertandingan ini.
Rentetan sembilan kemenangan beruntun di Europa League berakhir di City Ground, tetapi tidak ada yang lebih memahami semifinal Europa League selain Unai Emery dan gelar kelima bagi pelatih asal Spanyol itu belum sepenuhnya lepas dari jangkauannya, mengingat Villa terkenal kuat di Villa Park.
Baca Juga: Satpol PP Bantul Kembali Temukan 49.060 Batang Rokok tanpa Cukai di Trimurti, Srandakan
Villa tampil percaya diri dalam penguasaan bola di awal pertandingan dan menciptakan peluang pertama di menit kesembilan, ketika Youri Tielemans melepaskan tembakan dari jarak 20 yard yang berhasil ditepis Stefan Ortega.
Kiper asal Jerman itu kembali beraksi menjelang menit ke-30 saat ia menepis tembakan Morgan Rogers dari serangan balik cepat.
Forest semakin berkembang dalam permainan dan hampir unggul, hanya untuk penyelamatan luar biasa dari kiper Villa, Emiliano Martinez, di menit ke-33.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Terima Utusan KSAD, Bahas Rencana Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar di Semarang
Gawang hampir saja kebobolan setelah Igor Jesus menyambut umpan silang Morgan Gibbs-White dengan baik setelah umpan cerdik Elliot Anderson mengarahkannya ke gawang, tetapi pemain Argentina itu entah bagaimana berhasil mengulurkan tangannya dan kemudian dengan sigap menangkap bola sebelum melewati garis gawang.
Giliran Ortega yang melakukan penyelamatan besar 10 menit setelah babak kedua dimulai saat ia menjaga skor tetap imbang.
Tendangan Rogers membentur pemain lawan dan mengarah ke Ollie Watkins, yang mengulurkan kakinya dan tendangannya langsung menuju kiper Forest yang melakukan penyelamatan secara naluriah.
Momen penentu pertandingan terjadi 20 menit sebelum pertandingan berakhir ketika Forest mendapatkan penalti.
Umpan silang Gibbs-White melayang ke tiang jauh dan tampak keluar lapangan ketika Omari Hutchinson mengembalikannya ke pelukan bek Villa, Lucas Digne.
Setelah pemeriksaan yang cukup lama, VAR Portugal Tiago Martins memutuskan bahwa bola belum keluar dan mengirim rekan senegaranya Joao Pinheiro ke monitor di pinggir lapangan.
Baca Juga: 17 CJH asal Kebumen Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Tak Penuhi Syarat Kesehatan Jadi Alasan
Keputusan itu hanya formalitas dan Wood mengeksekusi penalti dengan gaya yang mengesankan, melepaskan tembakan melewati Martínez.
Forest tampaknya puas mempertahankan keunggulan, sementara Villa tidak terlalu agresif dalam mencari gol penyeimbang.
Peluang besar datang pada menit ke-90 ketika serangan balik cepat membuat Tielemans mendekati gawang, tetapi ia secara tidak biasa menembak melambung di atas gawang.
Baca Juga: Cuti Haid, Hak Pekerja Perempuan dan Implementasinya: Berharap Tak Sekadar Aturan di Atas Kertas
Editor : Satria Putra Sejati