SLEMAN - PSS Sleman masih berada di puncak klasemen sementara Grup Timur Championship 2025/2026 dan berpeluang besar untuk promosi ke Liga 1 musim depan. Bupati Sleman Harda Kiswaya optimistis jika tim kebanggaan Bumi Sembada ini bisa mendapat tiket promosi. Sesuai dengan perkataannya yang lalu bahwa Super Elang Jawa hanya satu musim saja di Liga 2. Saat ini dia terus berdoa agar doa masyarakat Sleman ini dikabulkan.
"Insya Allah optimis di liga satu langsung, enggak usah pakai playoff," katanya ditemui usai pertemuan di Myosotis Coffee And Eatery Kamis (30/4).
Keyakinannya ini bukan tanpa dasar. Harda menilai manajemen pada musim ini lebih kompak dibanding periode lalu. Selain itu, PSS Sleman juga memiliki pemain-pemain yang bermain bagus. Asalkan saat bermain nanti bisa lepas dari tekanan psikologis.
Eks Sekda Sleman ini mengaku, tidak akan lepas tangan dan berkomitmen untuk membantu PSS Sleman terus berprestasi. Jika nantinya ada kendala dia siap untuk ikut urun rembug memberi masukan pada pihak manajemen.
"Meski yang mengelola pihak swasta, bukan berarti pemerintah lepas tangan. Kami beri masukan agar prestasi selalu yang terbaik," ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda. Pria yang pernah jadi Wakil Ketua Slemania ini menilai PSS Sleman sangat layak berada di liga tertinggi di Indonesia. Hal ini dilihat dari kesiapan infrastruktur, pendukung, hingga sosial masyarakatnya. Jika harapan ini jadi nyata tentu jadi kebanggaan bagi seluruh pendukung, termasuk dirinya.
"Supporter itu kalau diajak untuk menghidupi PSS Sleman siap. Makanya ini yang harus ditagih kepada manajemen. Segala infrastruktur ketika PSS Sleman berada di liga satu itu juga sudah sangat layak," tegasnya.
Disinggung soal laga penentuan antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang pada Minggu (3/5) dia memiliki hitung-hitungan matematis tersendiri. Jika melihat klasemen peringkat PSS Sleman berada jauh di atas klub tersebut. Faktor lainnya adalah mental bertanding karena PSIS Semarang berada di zona tengah sehingga tidak mungkin mengejar tiket promosi dan tidak mungkin degradasi.
"Semangat bertandingnya berbeda dengan PSS Sleman. Ketika itu menang, dipastikan ini lolos Liga 1. Ini akan memengaruhi," katanya.
Saat nantinya berhasil promosi dia sebut pemerintah sudah semestinya memberikan apresiasi. Lantaran perbedaan liga ini dia sebut akan membawa dampak ekonomi yang besar. Dia yakin okupansi dan pajak hotel maupun restoran akan meningkat. Kehadiran suporter dari tim liga satu juga banyak sehingga akan menunjang perputaran ekonomi di tingkat UMKM.
"Tim yang berlaga di Liga 1 itu kemampuan finansialnya jauh di atas rata-rata. Dengan potensi itu sudah selayaknya pemerintah memberikan apresiasi pada PSS Sleman," ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai, apresiasi ini tidak melulu harus berwujud finansial secara langsung. Namun, memastikan PSS Sleman dan tim tamu bisa berlaga dengan baik dan nyaman lewat infrastruktur yang ada. (del)