Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Manajer Arsenal Mikel Arteta Marah Besar Setelah Tidak Diberikan Penalti Dalam Hasil Imbang Melawan Atletico Madrid

Satria Putra Sejati • Kamis, 30 April 2026 | 08:51 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta marah besar atas keputusan wasit yang tidak memberikan penalti untuk tim besutannya melawan Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions. (getty images)
Manajer Arsenal, Mikel Arteta marah besar atas keputusan wasit yang tidak memberikan penalti untuk tim besutannya melawan Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions. (getty images)

RADAR JOGJA - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, sangat marah atas keputusan penalti kontroversial yang menurutnya telah melanggar aturan dan mengubah jalannya pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid pada Kamis (30/4) dini hari.

Penalti Viktor Gyokeres pada menit ke-44 dibatalkan oleh tendangan penalti Julian Alvarez 12 menit kemudian, tetapi The Gunners tidak mendapatkan penalti kedua ketika Eberechi Eze dilanggar di dalam kotak penalti oleh bek Los Rojiblancos, David Hancko.

Wasit asal Belanda, Danny Makkelie awalnya menunjuk titik penalti tetapi kemudian diminta untuk meninjau keputusannya melalui monitor oleh petugas VAR, Dennis Higler.

Baca Juga: Jelang Mayday, Aparat dan Elemen Masyarakat Kemantren Gedongtengen Perketat Pengamanan Kawasan Malioboro Jogja 

Setelah mereview insiden tersebut beberapa kali sementara para penggemar Atletico Madrid dan pelatih Diego Simeone berulang kali memprotes, Makkelie membatalkan keputusan awalnya.

Setelah bermain imbang 1-1 di ibu kota Spanyol, Arsenal akan menjadi favorit untuk melaju ke final Liga Champions pertama dalam 20 tahun ketika menjamu Atletico di leg kedua pekan depan di Emirates.

Namun Arteta tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap wasit karena telah menggagalkan kesempatan untuk menutup penampilan apik mereka dengan kemenangan gemilang.

Baca Juga: Berbenah, Pengda Pordasi Equestrian DIY Patok Target Dua Emas di PON 2028 

"Yang membuat saya sangat marah adalah bagaimana penalti terhadap Eze bisa dibatalkan dengan cara seperti itu padahal tidak ada kesalahan yang jelas dan nyata," katanya. "Ini mengubah jalannya pertandingan. Dan di level ini, maaf, tapi ini tidak bisa terjadi," imbuhnya.

"Itu melanggar aturan dan saya tidak mengerti. Ada kontak yang jelas. Wasit membuat keputusan dan Anda tidak bisa membatalkannya setelah menontonnya 13 kali," jelasnya.

"Ketika Anda telah berjuang begitu keras selama sembilan bulan untuk berada di posisi ini. Maksud saya, itu adalah tujuan lain yang berubah sepenuhnya selama pertandingan. Dan itu tidak boleh terjadi. Saya minta maaf. Kami telah mempertaruhkan begitu banyak. Begitu, begitu, begitu banyak. Ini tidak boleh terjadi," lanjutnya.

Baca Juga: Perayaan May Day Momentum Refleksi Kolektif dan Bukti Keberpihakan Negara pada Buruh

Gyokeres terjatuh akibat tekel dari Hancko yang berujung penalti untuk Arsenal, sementara Ben White dihukum karena handball saat bola memantul ke lengannya.

"Untuk penalti pertama, menurut pendapat saya, itu dari belakang, pemain menunggu kontak, menurut saya di semifinal Liga Champions itu benar-benar harus berupa penalti," kata Simeone.

"Dan kemudian handball, itu diberikan berkat VAR, dan penalti kedua tidak, berkat VAR. Terkadang VAR memberi dan terkadang mencabutnya," tegasnya.

Baca Juga: Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi Kali Kedua Masuk Skuad TC Timnas untuk AFF 2026

Editor : Satria Putra Sejati
#mikel arteta #arsenal #liga champions #atletico madrid #wasit