JOGJA – Pemanggilan kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi, ke pemusatan latihan atau training camp (TC) Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 jadi kali kedua. Sebelumnya kiper kelahiran Karawang, Jawa Barat itu sudah memperkuat Indonesia di kompetisi antarnegara Asia Tenggara itu.
Pemanggilannya tidak datang tanpa alasan. Konsistensi performanya bersama klub sepanjang musim ini menjadi fondasi utama yang mengantar dirinya kembali mendapat kepercayaan di level nasional.
Pelatih timnas Indonesia John Herdman, secara resmi memanggil 23 pemain untuk menjalani TC yang akan digelar di Jakarta pada 26 hingga 30 Mei 2026. Agenda ini jadi bagian dari persiapan menuju Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.
Di level klub, peran Cahya bersama PSIM Jogja semakin tidak tergantikan. Sepanjang kompetisi BRI Super League musim 2025/2026, ia konsisten menjadi pilihan utama di posisi penjaga gawang. Dari total 29 pertandingan yang telah dijalani PSIM, Cahya tampil dalam 27 laga. Ia hanya dua kali absen, itu pun bukan karena kalah bersaing, melainkan akibat panggilan memperkuat tim Indonesia U-23.
Tak hanya soal kuantitas penampilan, kualitas performanya juga cukup menonjol. Hingga pekan ke-29, ia telah mencatatkan delapan clean sheet atau nirbobol, serta mengoleksi sedikitnya lima penghargaan man of the match (MOTM). Catatan ini masih berpotensi bertambah mengingat kompetisi menyisakan lima pertandingan lagi.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel, melihat pemanggilan ini sebagai langkah penting dalam proses perkembangan pemain muda. Ia menilai pengalaman berada di lingkungan Timnas akan memberikan dampak signifikan terhadap kematangan Cahya.
Menurut Van Gastel, kesempatan untuk berlatih dan berinteraksi dengan pemain-pemain terbaik di Indonesia merupakan fase pembelajaran yang tidak bisa didapat di sembarang level kompetisi. "Mengenai Cahya, saya pikir bagi perkembangan dan pengalamannya, sangat bagus untuk berada di tim nasional," ujar Van Gastel, Rabu (29/4).
Baca Juga: BKK DIY Terapkan Pengawasan Konsumsi Calon Jamaah Haji Selama di Embarkasi YIA
Dia menekankan, atmosfer kompetitif di Timnas menurutnya akan mendorong pemain untuk meningkatkan standar permainan mereka. "Dia akan berada di sekitar pemain-pemain terbaik Indonesia, dan itu penting untuk proses belajarnya," ujarnya.
Di sisi lain, ia juga berharap pengalaman yang didapat di timnas tidak berhenti sebagai proses individu semata, tetapi bisa berdampak langsung bagi tim saat pemain kembali ke klub.
Dengan performa yang relatif stabil di level klub serta kepercayaan yang mulai terbentuk di level internasional, peluang Cahya untuk menembus skuad utama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 semakin terbuka. Meski demikian, persaingan di posisi penjaga gawang dipastikan tetap ketat. "Saya berharap dia bisa membawa pengalaman itu kembali ke tim dan menjadi pemain yang lebih baik lagi," harapnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo