Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Misi Ganda PSIM Jogja Kala Menjamu Persita Tangerang di SSA

Fahmi Fahriza • Rabu, 29 April 2026 | 23:45 WIB
KOKOH: Penampilan bek asing PSIM Jogja Franco Ramos Mingo (tengah) dalam satu kesempatan. Ia kini menjadi ancaman gawang lawan.
KOKOH: Penampilan bek asing PSIM Jogja Franco Ramos Mingo (tengah) dalam satu kesempatan. Ia kini menjadi ancaman gawang lawan.

 

BANTUL – PSIM Jogja mengusung misi balas dendam sekaligus mengamankan jatah bermain di BRI Super League musim depan kala menghadapi Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Kamis (30/4) sore.

Laga ini bukan sekadar upaya balas dendam kalah 0-4 di putaran pertama. Tapi juga krusial dalam perebutan posisi klasemen. Saat ini PSIM berada di peringkat ke-10 dengan 39 poin, tepat di bawah Persita Tangerang yang menempati posisi ke-9 dengan 41 poin.

 Jika menang poin PSIM 42 tak bisa disalip Persis Solo yang kini berada di posisi 16 dengan 27 poin. Dengan sama-sama tersisa empat pertandingan.

Baca Juga: Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sleman H. Bondan Triyana SSos MM; Bersinergi dengan Masyarakat lewat Program B2SA dan Padat Karya

Tapi Laskar Mataram menghadapi laga seperti biasanya. Harus kehilangan hingga lima pemain kunci sekaligus. Ezequiel Vidal dan Riyatno Abiyoso absen akibat akumulasi kartu kuning.

Sementara Anton Fase dan Rahmatsho menepi karena cedera. Di luar itu, Fahreza Sudin juga dipastikan tidak tampil karena pulang ke Ternate menyusul kabar duka meninggalnya sang ibu.

Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel mengakui, kondisi tersebut memang cukup memengaruhi persiapan timnya, meski ia menegaskan latihan tetap berjalan normal.

"Persiapannya bagus. Tapi memang ada beberapa pemain yang terkena suspensi dan beberapa masih cedera. Tapi kami tetap menjalani persiapan secara normal," ujar Van Gastel, Rabu (29/4).

Baca Juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena Dialog dengan Diaspora di Resto Ikan Bakar Pantai Timur Jogja, Dorong Kolaborasi Bangun NTT dari Yogyakarta

Meski begitu, Van Gastel menyebut, performa timnya sebenarnya tidak buruk di putaran kedua, hanya kurang maksimal dalam detail kecil. "Banyak pertandingan ditentukan oleh detail kecil, terutama bola mati, dan itu sedang kami perbaiki," lanjutnya.

Dari sisi pemain, gelandang PSIM M. Iqbal menegaskan kesiapan tim untuk menghadapi laga krusial ini. "Kami sudah mempersiapkan semuanya dengan baik di latihan. Semoga di pertandingan besok bisa mendapatkan tiga poin," kata Iqbal.

Di kubu lawan, pelatih Persita Carlos Pena menilai absensi pemain di kubu PSIM bukan faktor yang akan mengubah kekuatan lawan secara signifikan. "Mereka tetap bermain dengan sebelas pemain dan punya pengganti yang bagus," ujar Pena.

Baca Juga: DPRD DIY Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Perikanan Budidaya, Potensi Lini Usaha Anak Muda, Kembangkan Program Kawedar

Ia juga menekankan, laga putaran kedua akan berbeda dibanding pertemuan pertama. Terutama dengan kondisi kedua tim yang sama-sama tidak stabil. "Ini cerita yang berbeda. Kami harus fokus pada performa kami sendiri," jelasnya.

Bek Persita Tangerang Javlon Guseynov juga memastikan timnya datang dengan persiapan matang, sembari tetap mewaspadai tuan rumah. Ia menegaskan, Persita tidak datang ke Jogja untuk bermain aman meski unggul posisi di klasemen. "Sudah tidak ada solusi lain, kami pasti akan berjuang untuk memang," tegasnya. (iza/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Van Gastel #PSIM #SSA Bantul #PERSITA TANGERANG #PSIM Jogja