JOGJA - Tim medis PSIM Jogja membagikan perkembangan terbaru terkait kondisi cedera yang dialami Rahmatsho Rahmatzoda dan Anton Fase. Keduanya dipastikan belum bisa tampil saat PSIM menghadapi Persita Tangerang pada laga selanjutnya, Kamis (30/4) di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Dokter tim PSIM Hansel mengungkapkan, bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai durasi absensi Rahmatsho. Namun, ia memastikan sang pemain belum siap untuk pertandingan terdekat.
"Kalau untuk masa absennya, kami belum mengetahui secara pasti berapa lama. Namun yang pasti, untuk pertandingan selanjutnya melawan Persita, dia belum bisa main," ungkapnya, Rabu (29/4).
Baca Juga: Peserta UTBK di Untidar Magelang Kedapatan Gunakan Alat Bantu Dengar Tersembunyi
Gelandang bertahan asal Tajikistan tersebut tercatat telah absen dalam empat pertandingan terakhir, dan berpotensi melewatkan laga kelima secara beruntun jika tidak tampil melawan Persita.
Meski demikian, diakui Hansel bahwa kondisi Rahmatsho menunjukkan perkembangan yang positif. Ia sudah mulai kembali menjalani aktivitas di lapangan, meski masih dalam tahap terbatas. "Progres penyembuhannya makin membaik. Setelah istirahat, minggu ini dia sudah berlatih di pinggir lapangan," papar Hansel.
Dalam proses pemulihannya, Rahmatsho menjalani program latihan individu yang disesuaikan oleh tim medis bersama pelatih fisik, termasuk latihan di gym untuk menjaga massa otot.
Evaluasi lanjutan dijadwalkan pada pekan depan guna melihat perkembangan kondisi cederanya. "Untuk pemeriksaan dan evaluasi akan dilakukan lagi minggu depan," jelasnya.
Sementara itu, kondisi Anton Fase masih dalam tahap pemulihan yang lebih panjang. Pemain asal Belanda tersebut terakhir kali tampil pada Desember 2025 saat menghadapi Persijap Jepara, dan hingga kini telah absen sekitar empat bulan.
Diakui Hansel, bahwa Anton masih belum kembali berlatih di lapangan dan fokus menjalani program pemulihan fisik di gym dengan pengawasan tim medis. "Anton masih dalam proses pemulihan dan masih terus kami pantau," ujarnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo