Laga PSIM Jogja Kontra Persija Jakarta Dipindah, Rombongan Suporter PSIM Datangi Wisma, Brajamusti Serukan Kondusivitas
Fahmi Fahriza• Minggu, 19 April 2026 | 23:49 WIB
Para suporter PSIM Jogja yang berada di kawasan wisma PSIM Jogja Minggu (19/4) malam. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
JOGJA - Ratusan suporter PSIM Jogja mendatangi Wisma PSIM Minggu (19/4) malam. Kedatangan mereka bertepatan dengan konferensi pers yang digelar manajemen dan panitia pelaksana (panpel) terkait pemindahan venue pertandingan kontra Persija Jakarta.
Kehadiran suporter tersebut menjadi bentuk respons atas keputusan pemindahan laga yang semula dijadwalkan berlangsung Rabu (22/4) di Stadion Sultan Agung (SSA), namun akhirnya dipindah ke luar Pulau Jawa, lebih tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Presiden Brajamusti Muslich Burhanuddin atau Thole, yang turut hadir dalam momentum tersebut menyampaikan permohonan maaf sekaligus imbauan kepada seluruh pihak untuk tetap menahan diri.
"Pertandingan ini sangat ditunggu-tunggu, baik oleh Brajamusti, The Maident, maupun Jakmania. Tapi karena dinamika yang terjadi di DIJ, kami belum bisa menyambut dan memfasilitasi dengan maksimal. Untuk itu, kami mohon maaf," ujar Thole.
Ia mengakui, bahwa keputusan pemindahan lokasi pertandingan tersebut memunculkan tanda tanya sekaligus kekecewaan di kalangan suporter, termasuk dari internal Brajamusti sendiri. "Untuk Brajamusti, kekecewaan itu pasti ada. Bahkan kami juga tidak tahu prosesnya seperti apa, tiba-tiba pertandingan dipindah ke luar pulau," katanya.
Thole menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara suporter PSIM dan Persija yang selama ini telah terjalin dengan baik. "Jangan sampai kejadian ini membuat silaturahmi PSIM dan Persija menjadi renggang, baik di tim atau suporter," ucapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi Jakmania yang sudah terlanjur datang ke Jogja dan mengeluarkan biaya untuk perjalanan serta akomodasi. "Kami tahu Jakmania sudah banyak yang ke Jogja, sewa hotel, tiket kereta, dan lainnya. Saya mohon maaf belum bisa memberi jamuan yang maksimal," lanjutnya.
Sebagai bentuk penghormatan, Brajamusti tetap menginstruksikan anggotanya untuk menyambut suporter tamu dengan baik. "Jogja adalah rumah kedua bagi Jakmania," tegas Thole.
Selain itu, pihaknya juga berupaya untuk merencanakan sejumlah titik nonton bareng (nobar) sebagai alternatif bagi suporter yang sudah terlanjur datang ke Jogja. Seperti di JNM Bloc, XT, dan Embung Giwangan. "Bahkan kalau memungkinkan kita usahakan di Mandala Krida," ujarnya.
Suporter PSIM Jogja M Permana menyebut, kehadirannya di Wisma PSIM merupakan bentuk kepedulian sekaligus dorongan agar ada transparansi. "Karena bagi saya ini pertandingan besar dan sudah lama ditunggu," katanya.
Karena hal ini, menurutnya, kekecewaan di kalangan suporter tidak bisa dihindari. Termasuk bagi dirinya. " Apalagi teman-teman sudah menyiapkan banyak hal," ungkapnya. (iza)