Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

FC Porto 1-1 Nottingham Forest, Gol Bunuh Diri Martim Fernandes Selamatkan Garibaldi dari Kekalahan

Satria Putra Sejati • Jumat, 10 April 2026 | 09:27 WIB
Raut kekecewaan pemain bertahan Porto, Martin Fernandes setelah kesalahannya sendiri dan berujuh gol bunuh diri
Raut kekecewaan pemain bertahan Porto, Martin Fernandes setelah kesalahannya sendiri dan berujuh gol bunuh diri

RADAR JOGJA - Harapan Nottingham Forest di Europa League tetap utuh setelah gol bunuh diri yang membantu mereka lolos dari leg pertama perempat final melawan FC Porto dengan hasil imbang 1-1 di Estadio do Dragao pada Jumat (10/4) dini hari.

Skuad Garibaldi yang banyak mengalami perubahan berada di bawah tekanan melawan pemimpin klasemen Primeira Liga dan tertinggal oleh gol awal William Gomes.

Namun Nottingham Forest diberi hadiah gol penyeimbang oleh bek Porto yang malang, Martim Fernandes, yang mengirimkan umpan balik dari jarak 25 yard ke gawangnya sendiri.

Garibaldi memiliki satu gol yang dianulir di babak kedua, tetapi bergantung pada kiper Stefan Ortega yang melakukan serangkaian penyelamatan penting untuk memastikan mereka kembali ke City Ground untuk leg kedua pekan depan dengan skor imbang.

Baca Juga: Bologna 1-3 Aston Villa, Brace Ollie Watkins Bawa The Villans Selangkah Lebih Dekat ke Semifinal Europa League

Yang penting, Nottingham Forest mampu mendapatkan hasil tersebut sambil tetap menjaga sejumlah pemain penting Premier League mereka tetap bugar menjelang pertandingan penting melawan Aston Villa.

Jika Forest mampu menyelesaikan tugas di kandang sendiri pekan depan, kemungkinan besar Villa akan menunggu di semifinal setelah memenangkan leg pertama melawan Bologna.

Memang, Villa jelas ada dalam pikiran pelatih Vitor Pereira.

Forest memainkan perempat final Eropa pertama sejak kalah dari Bayern Munich di Piala UEFA 30 tahun lalu, tetapi pelatih asal Portugal itu memperjelas prioritasnya, dengan melakukan sembilan perubahan pada tim yang mengalahkan Tottenham di Premier League sebelum jeda internasional.

Baca Juga: Kuliner yang Wajib Dicoba Ketika Mengunjungi Yogyakarta

Salah satunya adalah kembalinya Chris Wood, yang memainkan pertandingan pertamanya sejak pertengahan Oktober setelah cedera lutut.

Dan Wood belum menyentuh bola ketika Forest seharusnya tertinggal dalam waktu 40 detik.

Seko Fofana lolos di sisi kanan dan dia mengumpan kepada Terem Moffi, yang tembakannya terlalu dekat dengan Ortega, dengan kiper Forest kemudian menahan upaya susulan Borja Sainz.

Porto unggul 11 menit kemudian. Sebuah pergerakan apik di sisi kiri membuat umpan tumit Pablo Rosario membebaskan Gabriel Veiga, dan umpan silang tajamnya ke gawang diselesaikan dengan sempurna oleh William di tiang jauh.

Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI JUMAT, 10 APRIL 2026

Forest terguncang, tetapi mendapat hadiah luar biasa hanya dua menit kemudian. 

Porto menguasai bola dan bek kanan Fernandes mengoper bola ke belakang kepada kipernya, Diogo Costa, tetapi melakukannya tanpa melihat dan mengirim bola melebar melewati Costa dan masuk ke gawang kosong untuk gol bunuh diri yang menggelikan.

Itu memungkinkan Forest untuk mendapatkan pijakan dalam permainan dan mengendalikan jalannya pertandingan, tetapi hampir tertinggal di babak pertama.

Umpan silang Fofana sekali lagi sempurna untuk Moffi, tetapi striker itu menyundul bola langsung ke arah Ortega.

Baca Juga: Advokasi Pendidikan Khusus di Kelurahan Purbayan, Kotagede, Yogyakarta: Beri Jaminan Pendidikan Khusus bagi 4800 ABK

Forest mengira telah unggul di menit ke-63 ketika Igor Jesus mengalahkan Costa dalam perebutan bola dan mencetak gol.

Tampaknya pemain Brasil itu memenangkan duel secara adil tetapi gol tersebut dibatalkan setelah pemeriksaan VAR karena handball.

Porto memanfaatkan kesempatan itu dengan baik dan tampil kuat.

William memaksa Ortega melakukan penyelamatan gemilang lainnya, menepis upaya tembakan ke tiang gawang, sebelum Deniz Gul melepaskan tembakan melengkung yang sedikit melenceng.

Baca Juga: Penyimpangan Bukan Hanya karena Niat, Bupati Magelang Soroti Lemahnya Perencanaan hingga Administrasi Dana Desa

Victor Froholdt kemudian melepaskan tembakan yang melenceng tipis saat Porto berupaya meraih keunggulan di leg pertama.

Namun Pereira, yang memimpin klub Portugal itu meraih gelar liga tak terkalahkan pada musim 2011/12, menikmati kepulangan yang memuaskan ke rumah lamanya, dengan pertandingan selanjutnya akan ditentukan di Nottingham minggu depan.

Editor : Satria Putra Sejati
#martim fernandes #europa league #Nottingham Forest #fc porto