RADAR JOGJA - Graham Potter mengatakan dia akan 'mengeluarkan kembali topi koboi-nya' setelah menyelesaikan misi jangka pendeknya untuk membawa Swedia ke Piala Dunia.
Pelatih asal Inggris itu dipekerjakan oleh Swedia pada bulan Oktober setelah kampanye kualifikasi tim nasional yang buruk yang berisi dua hasil imbang dan enam kekalahan dari delapan pertandingan grupnya.
Swedia diberi kesempatan kedua untuk lolos melalui babak playoff berkat kemenangan di grup Nations League yang lemah tahun sebelumnya dan memanfaatkannya sepenuhnya, mengalahkan Ukraina di semifinal dan kemudian Polandia 3-2 di Stockholm pada Rabu (1/4) dini hari.
Swedia akan bermain melawan Tunisia, Belanda, dan kemudian Jepang di Dallas di Grup F di Piala Dunia.
Potter mengatakan itu adalah perasaan yang luar biasa.
"Saya akan minum bir dan kemudian berpikir, 'Wow, kita akan ke Dallas.' Saya harus mengeluarkan kembali topi koboi saya, bukan?" kata Potter.
Baca Juga: Bangun Tidur Justru Capek? Pahami Sinyal Tubuh Setelah Bangun Tidur
Viktor Gyokeres mencetak gol penentu kemenangan Swedia pada menit ke-88 melawan Polandia, yang dua kali tertinggal dan tampak lebih berpeluang menang menjelang menit-menit terakhir.
"Kami tidak sempurna, tapi siapa peduli?" kata Potter.
"Kami akan ke Piala Dunia, kawan. Wow. Ya, saya tidak bisa menganalisisnya," jelasnya.
Baca Juga: Warga Watugedug, Pajangan Pertahankan Jualan Tape Singkong sejak 1986
Setelah enam tahun yang penuh gejolak bekerja di Premier League bersama Brighton, Chelsea, dan kemudian West Ham, Potter mengambil pekerjaan pertamanya di sepak bola internasional bersama Swedia.
Itu adalah negara tempat perjalanan kepelatihannya dimulai dengan sungguh-sungguh dimana pada tahun 2011 di Ostersund, tim kecil yang tidak terkenal yang ia bimbing dari divisi keempat ke divisi teratas Swedia.
Sekarang dia akan ke Piala Dunia.
Baca Juga: Terapkan Konsep Hexahelix, Pemkot Magelang Gandeng Akademisi hingga Media Bangun Kota
Potter berharap dapat mengembalikan beberapa pemain topnya yang absen di babak playoff karena cedera, termasuk Alexander Isak dari Liverpool dan Dejan Kulusevski dari Tottenham.
Editor : Satria Putra Sejati