RADAR JOGJA - Pelatih Ukraina, Serhiy Rebrov mengatakan Viktor Gyokeres menunjukkan mengapa dia menjadi salah satu yang terbaik di Eropa setelah striker Swedia itu tampil gemilang mencetak hattrick dalam pertandingan playoff Piala Dunia antara kedua negara di stadio Ciutat de Valencia pada Jumat (27/3) dini hari.
Gyokeres membuka skor di awal pertandingan dan menambahkan dua gol lagi setelah jeda saat Swedia menang 3-1 untuk menyiapkan pertandingan kualifikasi melawan Polandia untuk memperebutkan tempat di turnamen musim panas ini di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Ukraina membalas melalui gol hiburan di menit-menit akhir dari pemain muda Matvii Ponomarenko tetapi gagal mencapai Piala Dunia pertama sejak 2006.
Baca Juga: Bosnia ke Final Playoff Piala Dunia Setelah Tundukkan Wales di Adu Penalti
"Gyokeres bermain hebat dan membuat perbedaan malam ini," kata Rebrov.
"Dia menunjukkan kualitasnya, mengapa dia bermain untuk Arsenal dan mengapa dia adalah salah satu striker terbaik di Eropa," imbuhnya.
Dengan absennya Alexander Isak dan Dejan Kulusevski, Gyokeres tampil gemilang di saat Swedia sangat membutuhkannya, memanfaatkan umpan silang Benjamin Nygren pada menit keenam untuk membuka skor.
Baca Juga: Ceko Comeback dan Hancurkan Harapan Irlandia Lolos Ke Piala Dunia Lewat Adu Penalti
Striker Arsenal itu, yang belum mencetak gol di fase kualifikasi Piala Dunia hingga laga ini, kemudian menyambut umpan panjang dari kiper Kristoffer Nordfeldt sebelum menunjukkan kekuatan dan kehalusan untuk menggandakan keunggulan timnya.
Ia menyelesaikan hattrick-nya melalui penalti yang ia menangkan sendiri, membuat pelatih Graham Potter memuji penampilannya.
"Jelas penampilan Viktor luar biasa," kata Potter.
"Selain gol-golnya, karena mencetak hattrick adalah satu hal, saya pikir secara keseluruhan permainan penguasaan bola dan tanggung jawab defensifnya untuk tim adalah bagian dari penampilan yang luar biasa," jelasnya.
Ketika ditanya apa yang dia katakan kepada Gyokeres sebelum pertandingan, dia bercanda dengan mengatakan pergilah ke lapangan dan cetak hattrick yang terbukti menjadi kenyataan.
"Tapi tidak, keindahan kemenangan ini adalah semua orang mendukung. Mentalitas tim sangat luar biasa," ujar Potter.
"Penampilan Viktor pantas mendapatkan sorotan utama. Dia luar biasa. Tapi dia akan mengatakan tim di belakangnya juga hebat. Kita masih bisa meningkatkan diri. Ini adalah awal perjalanan kita bersama," tambahnya.
Ini baru pertandingan ketiga Potter sebagai pelatih Swedia dan ini adalah kemenangan pertama di kualifikasi setelah mencapai babak playoff karena penampilan di Nations League dimana mereka tidak memenangkan satu pun dari enam pertandingan grup di kualifikasi Piala Dunia.
Mereka sekarang harus berkumpul kembali dan berjuang lagi pada tengah pekan depan ketika menjamu Polandia dalam pertandingan penentu di Swedia.
Baca Juga: Tundukkan Irlandia Utara Berkat Gol Tonali dan Kean, Italia Melaju ke Final Playoff Piala Dunia 2026
"Ini adalah langkah maju yang besar malam ini," tambahnya.
"Saya menyukai penampilan tim, bagaimana mereka bertindak bersama melawan tim yang bagus, menyesuaikan diri dan berjuang bersama," lanjutnya.
"Kami juga tahu kami masih punya pertandingan lain. Pekerjaan belum selesai. Kami punya pertandingan besar pada hari Selasa melawan tim Polandia yang tangguh. Kami harus pulih dan siap untuk bertanding lagi," jelasnya.
Baca Juga: Sampah Libur Lebaran di Kota Jogja Diklaim Terkendali, DLH: Hanya Naik Tujuh Persen
Bagi Ukraina, kekalahan di Valencia menandai akhir dari harapan di Piala Dunia. Ini mungkin juga menjadi akhir bagi Rebrov, yang hanya memiliki sisa kontrak dua bulan.
"Saya dapat mengatakan sekarang bahwa kontrak saya akan berakhir dalam dua bulan dan saya tidak memiliki proposal dari Asosiasi Sepak Bola Ukraina untuk memperbarui kontrak, jadi mari kita lihat dalam dua bulan," katanya.
"Saya tidak tahu apakah setiap penggemar menunggu jawabannya, tetapi saya selalu mengatakan bahwa saya memiliki kontrak, kami masih memiliki satu pertandingan lagi dalam periode itu. Kita akan lihat dalam dua bulan ketika kontrak saya berakhir," pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati