JOGJA - Kemenangan 4-2 PSIM Jogja atas PSBS Biak pada pekan ke-23 BRI Super League, Jumat (27/2) lalu, menjadi momentum kebangkitan Laskar Mataram di putaran kedua. Namun di balik kemenangan itu, Pelatih Jean Paul van Gastel menyoroti persoalan jadwal kompetisi BRI Super League 2025/2026 yang dinilai tidak konsisten, terutama di bulan Ramadan ini.
Selama bulan Ramadan, memang ada penyesuaian jadwal. Kick off pertandingan digelar lebih malam yakni pukul 20.30 WIB dan jarak antarpertandingan juga semakin singkat.
PSIM sebelumnya bertanding melawan Bali United pada 23 Februari, lalu kembali turun pada 27 Februari menghadapi PSBS Biak dan dijadwalkan bermain lagi 4 Maret melawan Semen Padang FC. Artinya, dalam rentang 10 hari, PSIM harus menjalani tiga pertandingan penting.
Van Gastel menilai situasi ini tidak ideal, khususnya bagi pemain muslim yang menjalani ibadah puasa. "Jika melihat jadwal liga, ini sangat tidak konsisten. Kadang ada jeda sembilan hari, 10 hari, tujuh hari di antaranya, dan tiba-tiba jadwalnya sangat pendek," ujar Van Gastel, Sabtu (28/2).
Ia bahkan turut menyinggung aspek fisik dan nutrisi para pemain selama Ramadan. Di mana ada penyesuaian yang perlu dilakukan untuk tetap menjaga performa optimal para pemain.
"Meskipun saya tidak menjalankan ibadah Ramadan, jika Anda tidak makan secara konsisten dan sedang berpuasa, lalu harus bertanding dan berlatih dengan tuntutan tinggi, menurut saya bagi seorang atlet itu sangat sulit untuk tampil maksimal," tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menguras energi pemain lebih besar dari yang seharusnya. Hal itu juga selaras dengan evaluasinya terhadap performa tim dalam beberapa laga terakhir.
Van Gastel mengakui PSIM memang produktif dalam mencetak gol, namun terlalu sering kebobolan dan tertinggal lebih dulu sehingga harus bekerja ekstra keras untuk membalikkan keadaan.
"Kami mencetak dua gol tapi sempat tertinggal 2-0, mencetak tiga gol lawan Bali tapi tertinggal 3-0, dan melawan Biak mencetak empat gol. Kami menghabiskan terlalu banyak energi yang tidak perlu untuk meraih kemenangan," ulasnya.
Bagi pelatih asal Belanda ini, jadwal yang lebih stabil dipercayainya akan membantu pemain menjaga kondisi fisik dan konsistensi performa. "Jika semua orang bisa makan dengan normal, berlatih dengan baik dan tampil 100 persen, itu jauh lebih nyaman bagi para pemain," ungkapnya.
Meski demikian, mantan pelatih NAC Breda itu memastikan timnya tetap siap menghadapi laga berikutnya melawan Semen Padang 4 Maret mendatang, meski harus kehilangan kreator serangan Ze Valente karena akumulasi kartu kuning. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita