Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Drama Enam Gol di SSA, Pelatih PSIM Jogja dan Bali United Kompak Soroti Kesalahan Sendiri

Fahmi Fahriza • Senin, 23 Februari 2026 | 23:53 WIB

Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Bali United Senin (23/2).
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Bali United Senin (23/2).

BANTUL- Laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 antara PSIM Jogja dan Bali United di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Senin (23/2) malam, menyajikan drama enam gol. Kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 3-3.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel, mengakui laga berjalan tidak biasa dan timnya masih memiliki persoalan mendasar.

Baca Juga: Comeback Sensasional! PSIM Jogja Tahan Bali United 3-3 setelah Tertinggal Tiga Gol di SSA Bantul

"Kami masih memiliki masalah pada struktur dan komunikasi. Cara kami kebobolan dan memberi peluang seharusnya bisa lebih diantisipasi," ujar Van Gastel.

Ia menilai perubahan pada babak kedua menjadi titik balik permainan bagi timnya. Di mana PSIM melakukan tiga pergantian pemain di awal babak kedua dan tampil lebih ofensif.

"Setelah pergantian, kami mengambil alih permainan. Ketika mereka mendapat kartu merah, saya pikir kami bisa memenangkan pertandingan. Tapi kami harus realistis, kami masih punya masalah yang harus diperbaiki. Kalau tidak berubah, kami bisa turun dengan cepat di klasemen," tegasnya.

Baca Juga: Mobil Tabrak 5 Motor di Magelang, Diduga Sopir Mengantuk, Sejumlah Korban Luka-Luka

Di sisi lain, Van Gastel juga menyinggung pentingnya kemenangan di tengah tren lima laga beruntun PSIM tanpa hasil maksimal.

"Kami butuh kemenangan. Secepat mungkin kami harus mengumpulkan poin agar bermain lebih nyaman," katanya.

Sementara itu, perwakilan pemain PSIM sekaligus salah satu pencetak gol, Savio Sheva, bersyukur timnya mampu bangkit meski sempat tertinggal 0-3.

Baca Juga: Kasus 224 Gram Sabu Berhasil Diungkap, Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen Terima Penghargaan

"Pertandingan yang cukup sulit. Babak pertama kami tertinggal, lalu kami merespons di babak kedua walaupun sempat kemasukan lagi. Tapi kami bisa menyamakan kedudukan. Semoga ke depan kami bisa lebih baik," ucapnya.

 

Di kubu lawan, pelatih Bali United Johnny Jansen tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan 3-0.

"Itu pertandingan yang gila. Kami sudah unggul 3-0 dan secara taktik bermain bagus. Kami tidak boleh membuang keunggulan tersebut begitu saja," kata Jansen.

Baca Juga: Bupati Kebumen Lilis Nuryani Minta Camat hingga Kepala Desa Ikut Awasi Peredaran Mercon

Ia menyoroti sejumlah kesalahan krusial dari para pemainnya, termasuk kartu merah yang diterima bek nya, yakni Joao Ferrari dan mengubah jalannya laga.

 

"Kami membuat kesalahan sendiri dalam membangun serangan dan itu berujung kartu merah. Setelah itu pertandingan menjadi sangat sulit. Gol-gol mereka datang dari kesalahan kecil yang berdampak besar," jelasnya.

 

Perwakilan pemain Bali United, Irfan Jaya, juga menyampaikan penyesalan atas hasil imbang tersebut.

 

"Kami sudah unggul 3-0 tapi harus berakhir imbang. Sangat disayangkan kami belum bisa membawa pulang tiga poin. Kami minta maaf dan akan fokus ke pertandingan berikutnya di Bali," ujarnya. (iza)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Van Gastel #Stadion Sultan Agung (SSA) #BRI Super League 2025/2026 #Kesalahan #imbang #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #SSA #bali united #PSIM Jogja