JOGJA - Bek anyar PSIM Jogja, Jop van der Avert, mulai merasakan langsung atmosfer sepak bola Indonesia setelah hampir dua pekan bergabung bersama Laskar Mataram.
Pemain asal Belanda itu tak hanya menjalani proses adaptasi fisik dan cuaca, tetapi juga mengamati perbedaan gaya bermain yang cukup kontras dibanding pengalamannya di Korea Selatan maupun di negara asalnya.
Menurut Jop, setiap negara memiliki identitas sepak bola masing-masing, yang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari cara berkomunikasi, kondisi lapangan, hingga lingkungan stadion.
"Saya rasa setiap negara punya gayanya sendiri. Cara berkomunikasi, lapangan, lingkungan, stadion, semua itu membuat sepak bola terasa berbeda," ujar Jop, Kamis (12/2).
Meski demikian, pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini menilai bermain di Indonesia memberi keuntungan tersendiri, terutama karena banyaknya pemain asing yang membuat komunikasi di dalam tim lebih mudah.
"Saya rasa di sini lebih baik karena ada lebih banyak pemain asing, jadi kamu bisa berkomunikasi lebih mudah. Tapi seperti yang saya katakan, setiap negara punya sekolah sepak bolanya sendiri," lanjutnya.
Baca Juga: Investasi Kabupaten Magelang Tembus Rp 1 Triliun, Didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri
Pemain berusia 25 tahun itu sebelumnya sempat merasakan kerasnya kompetisi di Korea Selatan, sebelum akhirnya kembali berada di bawah arahan pelatih asal Belanda bersama PSIM Jogja.
Ia mengaku cukup menikmati sesi latihan yang kini dijalaninya, karena terasa familiar dengan filosofi sepak bola Belanda.
"Sekarang saya merasakan latihan-latihan khas Belanda. Banyak hal yang saya kenali, dan itu sangat menyenangkan bagi saya," ungkapnya.
Di sisi lain, soal tantangan terbesar di Indonesia, Jop tak menampik faktor cuaca menjadi ujian utama. Namun, ia justru merasa cocok dengan kondisi tersebut.
"Hal tersulit mungkin cuacanya. Tapi saya suka panas. Saya bukan tipe pemain untuk cuaca dingin," katanya sambil tersenyum.
Dengan kondisi fisik yang dinilainya sudah cukup prima setelah menjalani program latihan mandiri di Belanda, Jop kini fokus menunggu kesempatan tampil bersama PSIM.
Ia menegaskan ingin menjalani semuanya secara bertahap tanpa terburu-buru. "Sebagai pemain sepak bola, kamu harus melihat dari hari ke hari dan setiap hari memberikan yang terbaik. Sisanya kita lihat nanti," tutup Jop. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo