SLEMAN - Ambisi PSS Sleman untuk menutup putaran kedua dengan manis di rumah sendiri harus pupus. Laskar Sembada terpaksa berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Barito Putera FC dalam laga pekan ke-18 di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (31/1) malam.
Tentu saja, hasil kacamata ini menjadi pil pahit bagi publik Bumi Sembada. Tambahan satu poin tak cukup untuk memuncaki klasemen sementara. Sebab, PSS Sleman kini harus melorot ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 36 poin.
Posisi runner-up justru dikudeta oleh Barito Putera FC yang mengantongi 37 poin. Sementara itu, takhta puncak klasemen masih kokoh dihuni Persipura Jayapura dengan poin yang sama dengan Laskar Antasari, namun Mutiara Hitam unggul secara head to head.
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengaku kecewa dengan hasil imbang ini. Sebab atas hasil ini timnya gagal mengunci puncak klasemen di pertandingan terakhir putaran kedua ini.
Selain itu, Uwak juga menyatakan akan melakukan evaluasi kepada timnya. Tim pelatih akan mencari pemecahan masalah kepada timnya untuk laga-laga ke depan.
Meski begitu pelatih yang akrab disapa Uwak ini tetap mengapresiasi perjuangan para pemain. Baginya para anak asuhnya sudah bermain dengan maksimal.
"Di babak kedua mereka (pemain) bermain seperti yang kami inginkan, tapi tidak ada gol," lontarnya usai pertandingan.
Tak hanya itu, Uwak juga meminta maaf kepada para suporter karena belum bisa memberikan kemenangan di laga kandang ini.
"Ada sembilan match lagi ke depan. Mudah-mudahan para pemain juga terus semangat," tegasnya.
Gelandang muda PSS Sleman Figo Dennis juga menyatakan jika hasil imbang ini bukanlah hasil yang diinginkan para pemain. Sehingga ke depan para pemain akan terus berusaha demi memberikan hasil terbaik buat tim.
"Kami ingin menang. Secara permainan kami positif, terutama babak kedua kami banyak menyerang," cetusnya.
Di sisi lain, pelatih Barito Putera FC Stefano Cugurra mengatakan laga ini sangat menarik. Kedua tim bekerja keras. Akan tetapi di laga ini kedua tim hanya bisa bermain imbang.
"Tim kami ingin menang. Kami bisa mencetak gol tapi dianulir, ada juga beberapa peluang, tapi belum maksimal," jelasnya.
Berkat hasil ini, Teco sapaan akrabnya juga akan melakukan evaluasi terhadap timnya. Sehingga harapannya tim Laskar Antasari ini bisa bertanding lebih bagus di putaran ketiga nanti.
Kiper Barito Putera FC Muhammad Ridho mengaku jika laga melawan PSS Sleman ini merupakan laga yang sulit. Sehingga kedua tim hanya mampu bermain imbang.
"Tapi kami bermain sangat solid. Kami akan fokus di putaran ketiga. Mudah-mudahan kami akan lebih baik," tandasnya.
Laga antara PSS Sleman melawan Barito Putera FC ini berjalan sangat menarik. Sejak peluit kick-off dibunyikan, tensi pertandingan sudah mendidih. Kedua tim tampil terbuka dan saling jual beli serangan.
Publik Maguwo sempat terdiam pada menit ke-32. Bek asing Barito Putera, Renan Alves, berhasil menggetarkan jala gawang PSS Sleman. Beruntung bagi tuan rumah, wasit menganulir gol tersebut karena sang pemain sudah terjebak di posisi offside.
Tersengat oleh ancaman tim tamu, anak-anak asuh Super Elja mencoba tampil lebih agresif. Aliran bola dari lini tengah mulai mengalir deras, namun rapatnya barisan pertahanan lawan membuat skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, PSS Sleman melakukan penyegaran dengan merotasi sejumlah pilar. Gustavo Tocantins dkk terus membombardir pertahanan Laskar Antasari. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang klinis menjadi kendala utama. Berkali-kali peluang emas tercipta, namun tak satu pun yang bersarang menjadi gol.
Di sisi lain, Barito Putera FC juga bukan tanpa perlawanan. Serangan balik cepat anak-anak Banjarmasin beberapa kali merepotkan lini belakang tuan rumah. Beruntung, Fachruddin Aryanto tampil disiplin mengawal komando pertahanan, sehingga gawang PSS Sleman tetap aman dari kebobolan.
Hingga peluit panjang ditiupkan, papan skor tak berubah. Skor 0-0 menutup laga dramatis di Maguwoharjo. (ayu).
Editor : Heru Pratomo