SLEMAN - Hasil ekstra training bagi para pemain pilihan dari MilkLife Soccer Challenge (MLSC) seri sebelumnya terlihat. Dalam MLSC Seri 2 2025-2026 diselenggarakan pada 27 Januari - 1 Februari 2026 di Stadion Tridadi & Lap. Bola Sidomoyo, Sleman, pemain yang mengikuti ekstra training menjadi tulang punggung sekolahnya.
Hal itu diakui oleh Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta, Tri Wulandari. "Satu-dua pemain bisa mengangkat prestasi sekolahnya. Melalui pertandingan juga kelihatan peningkatan teknik dan mental bertanding," ujarnya ditemui di Stadion Tridadi, Sleman, Sabtu (31/1).
Tak hanya itu, dia juga menyoroti tentang jalannya pertandingan yang makin ketat. Banyak pertandingan yang berakhir dengan skor tipis, bahkan sampai adu penalti.
Hal itu, kata dia, menunjukkan bahwa kualitas pemain di masing-masing tim cukup merata. "Jadi, peran pelatih dan mental pemain benar-benar diuji karena strategi dan motivasi sangat berpengaruh di fase-fase krusial,” katanya.
Turnamen sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini diikuti 1.548 peserta dari 88 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Yogyakarta dan sekitarnya, yang terdiri dari 69 tim KU 10 dan 72 tim KU 12.
Pada MLSC Yogyakarta Seri 2 2025 - 2026 akan dipilih 16 pemain untuk bermain di MilkLife Soccer Challenge All Star 2025 - 2026 yang nantinya akan diselenggarakan di Kudus pada pertengahan Juni.
"Dari seri ini kita ambil sekitar 25 pemain terlebih dahulu, lalu diseleksi kembali menjadi 16 pemain terbaik," jelasnya.
MLSC Seri 2 2025–2026 menghadirkan pembaruan regulasi pertandingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan usia dini. Penyesuaian meliputi perubahan dimensi lapangan KU 12 menjadi 26 x 42 meter.
Sementara KU 10 tetap menggunakan ukuran sebelumnya yakni 24 x 40 meter, penetapan titik penalti menjadi 6 meter dari sebelumnya 5 meter, kick off dimulai dengan dua sentuhan, serta untuk pertandingan babak semifinal, final, dan atau 8 besar KU 10 menggunakan lapangan KU 12.
Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini.
Format pertandingan yang digunakan dalam MilkLife Soccer Challenge di setiap kategori usia adalah 7 vs 7. Tak hanya turnamen, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 juga menyelenggarakan Festival SenengSoccer untuk KU 8.
Festival ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa gembira dan menyukai permainan sepak bola dengan menyasar usia yang lebih dini (6 – 8 tahun). Pada MLSC Yogyakarta Seri 2 2025 - 2026, festival ini diikuti oleh 81 peserta dari 22 sekolah SD dan MI.
SDN Nglarang menjadi satu-satunya tim debutan yang mampu lolos hingga Sabtu (31/01) pada babak 16 besar pada KU 10. Kejutan tersebut tidak lepas dari penampilan impresif yang diperlihatkan sang pemain bintang, Danisa Anindya Nuha Zahira.
Tingginya produktivitas gol membuat Danisa masuk sebagai salah satu kandidat terkuat pencetak gol terbanyak di MLSC Yogyakarta Seri 2 2025-2026 karena sudah mengemas 18 gol.
Dia mengaku senang karena berkat MilkLife Soccer Challenge di Yogyakarta, bisa berlatih bersama teman-teman putri di sekolah dan bertanding melawan siswi-siswi dari sekolah lain.
Sebelumnya, dia hanya bisa berlatih dan bertanding dengan teman-teman putra.
Selain itu, meski sekolahnya baru pertama kali ikut serta, tetapi sudah berhasil lolos ke babak 16 besar.
"Saya akan berusaha keras agar kami bisa melangkah lebih jauh sampai menjadi juara,” kata Danisa.
Editor : Heru Pratomo