Tiga Kartu Merah Warnai Laga saat PSIM Jogja Bungkam Madura United 3-0
Fahmi Fahriza• Sabtu, 10 Januari 2026 | 22:49 WIB
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Madura United
JOGJA - PSIM Jogja sukses merusak pesta perayaan ulang tahun ke-10 Madura United setelah meraih kemenangan meyakinkan pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu (10/1) malam, Laskar Mataram menundukkan tuan rumah dengan skor telak 3-0.
Hasil ini menjadi capaian penting bagi PSIM Jogja yang tengah berada dalam tren positif. Tambahan tiga poin membuat posisi Laskar Mataram semakin kokoh di papan klasemen sementara, sekaligus mempertegas konsistensi performa mereka dalam beberapa laga terakhir.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Madura United yang gagal mempersembahkan kemenangan di laga spesial satu dekade berdirinya klub, meski tampil di hadapan pendukung sendiri.
Jalannya pertandingan diwarnai sejumlah keputusan krusial wasit. Tercatat tiga kartu merah keluar sepanjang laga, dua di antaranya diterima pemain Madura United. Kondisi tersebut dinilai sangat memengaruhi dinamika permainan hingga akhir laga.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel, menilai kartu merah menjadi faktor penting yang mengubah jalannya pertandingan. Ia pun tetap memberikan apresiasi kepada tuan rumah yang tengah merayakan momen bersejarah klub.
"Pertama, selamat ulang tahun untuk Madura United yang ke-10. Kedua, menurut saya tadi adalah pertandingan yang banyak diwarnai kartu merah, karena ada tiga kartu merah. Saya pikir kartu merah tersebut sangat memengaruhi jalannya permainan," katanya pada sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Ia menuturkan, adanya kartu merah tersebut sedikit banyak cukup bisa dioptimalkan oleh para pemainnya.
"Kami sedikit mendapat keuntungan dari kartu merah itu, di mana ada dua kartu merah yang didapat tim Madura United," ujar Van Gastel.
PSIM Jogja mampu memaksimalkan keunggulan jumlah pemain dengan permainan yang lebih terkontrol. Tekanan demi tekanan yang dilancarkan akhirnya berbuah tiga gol tanpa balas, sekaligus mengunci kemenangan tandang yang krusial.
Sementara itu, perwakilan pemain PSIM Jogja Fahreza Sudin, mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.
"Dari saya sebagai pemain tentu kita bekerja keras dan Alhamdulillah bisa mengambil tiga poin, termasuk kami bisa memanfaatkan dari kesalahan Madura karena kartu merah. Jadi kita bermain cukup bekerja keras tadi," kata Fahreza.
Fahreza juga menjadi sorotan dalam laga tersebut setelah mencetak gol dan mencatatkan penampilan penting bersama PSIM Jogja. Meski demikian, pemain berusia 25 tersebut tetap merendah terkait kontribusinya di papan skor.
"Saya pikir mungkin saya cetak satu gol, mungkin harusnya gol pertama tendangan Nermin Haljeta masuk duluan ya, dia mencetak gol itu dulu. Tapi yang jelas perasaan saya bahagia, coach percaya saya bermain dan bisa mencetak gol buat tim tentu senang rasanya. Saya bersyukur," ungkapnya.
Di sisi lain, Pelatih Madura United Carlos Parreira menilai hasil akhir pertandingan tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya laga, terutama pada babak pertama sebelum timnya kehilangan pemain.
"Hasilnya tidak adil bagi kami jika melihat apa yang kami lakukan di babak pertama. Kami tidak layak kalah 3-0 hari ini," ujar Carlos Parreira usai pertandingan.
Dia menegaskan bahwa Madura United tampil cukup baik hingga momen kartu merah mengubah arah pertandingan.
"Saya pikir selama 40 menit pertama sebelum kartu merah di babak pertama, kami bermain sangat baik. Tapi sayangnya, kartu merah kembali memutuskan jalannya pertandingan," katanya.
Selain itu. Carlos juga menyoroti faktor kedisiplinan dan keputusan wasit yang menurutnya kembali merugikan timnya dalam dua pekan terakhir.
"Kami kurang beruntung dalam aspek ini. Selama dua minggu berturut-turut kami mendapat kartu merah, dan kami kalah dalam pertandingan setelah kartu merah tersebut," ucapnya.
Ia mengaku kesulitan menerima hasil pertandingan yang kembali diwarnai kontroversi keputusan pengadil lapangan.
"Sangat sulit bagi saya berbicara tentang pertandingan seperti ini, karena ada banyak keputusan wasit yang salah lagi. Saya sangat terkejut dengan beberapa keputusan," tegas Carlos.
Meski demikian, Carlos menegaskan timnya tidak ingin larut dalam kekecewaan dan akan segera berbenah untuk menghadapi laga selanjutnya.
"Kami harus terus bekerja keras dan move on. Kami harus siap menghadapi situasi-situasi seperti ini," tutupnya.
Sementara itu, perwakilan pemain Madura United Novan Sasongko turut menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang hadir langsung di stadion.
"Saya sebagai perwakilan pemain, pertama-tama saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena belum bisa memberikan kemenangan pada malam hari ini," ujar Novan.
Ia menegaskan seluruh pemain berkomitmen untuk bangkit dan tampil lebih baik pada putaran kedua kompetisi.
"Kedua, kami sebagai pemain akan berjuang lebih keras di putaran kedua untuk hasil yang maksimal. Terima kasih," katanya. (iza)