Pertandingan tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/2026 melawan PSBS Biak yang semula dijadwalkan berlangsung pada 30 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, akhirnya mengalami perubahan jadwal.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja Wendy Umar menjelaskan, bahwa perubahan tersebut terjadi setelah melalui proses koordinasi intens dengan berbagai pihak, terutama kepolisian.
"Secara kesiapan sebenarnya kami sudah siap menggelar laga malam hari. Lampu sudah ditambah, maintenance juga sudah dilakukan, dan standar lux sudah memenuhi syarat," ujar Wendy, Selasa (23/12).
Namun, dalam perkembangan terbaru, pihak kepolisian memberikan rekomendasi agar pertandingan tidak digelar pada malam hari.
Hal ini berkaitan dengan pertimbangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terlebih laga tersebut berdekatan dengan momen akhir tahun.
"Ada operasi Lilin dan banyak aktivitas pengamanan di berbagai titik. Apalagi akhir tahun biasanya jumlah wisatawan di Jogja meningkat," jelasnya.
Diakuinya, panpel dan manajemen PSIM sendiri sempat mempertimbangkan beberapa opsi perubahan jadwal, termasuk memajukan laga ke 27 Desember.
Namun rencana tersebut diurungkan karena jarak pertandingan PSIM terlalu mepet, mengingat Laskar Mataram masih baru bertanding pada 23 Desember ini.
Selain itu, pada 28 Desember pihak kepolisian juga harus melakukan pengamanan pertandingan PSS Sleman. Akhirnya, tanggal 29 Desember dipilih sebagai solusi paling memungkinkan.
"Kami mendapat surat dari kepolisian pada hari Jumat, lalu Sabtu kami kirim ke ILeague. Senin pagi sudah di-ACC, jadi pertandingan dipastikan digelar pada 29 Desember pukul 15.30 WIB," terang Wendy.
Keputusan tersebut, lanjut Wendy, merupakan hasil kesepakatan bersama antara Polda DIJ, Polres Bantul, manajemen PSIM, dan seluruh stakeholder terkait.
Selanjutnya, terkait penjualan tiket, Panpel PSIM akan mulai membuka presale pada 26-27 Desember melalui dua wadah suporter PSIM, yakni Brajamusti dan The Maident. Kuota tiket yang disediakan sementara ini masih di kisaran 9.000 lembar.
"Untuk penambahan kuota kemungkinan baru bisa kami lakukan secara bertahap di putaran kedua," ujarnya.
Wendy menegaskan, meski fasilitas stadion di SSA sudah siap untuk laga malam hari, pihaknya tidak ingin memaksakan keputusan tanpa mempertimbangkan aspek keamanan.
"Kami cari win-win solution. Digelar sore hari diharapkan lalu lintas masih bisa terpantau dan tidak menimbulkan kemacetan parah," katanya.
Selain itu, ia juga mengakui bahwa perubahan jadwal bukan perkara mudah karena berdampak pada banyak aspek, mulai dari kru peliput, hak siar, hingga perangkat pertandingan yang harus melakukan penyesuaian.
"Tapi akhirnya semua pihak sepakat memajukan satu hari dan memainkannya sore hari demi kelancaran dan keamanan bersama," pungkas Wendy. (iza)
Editor : Bahana.