JOGJA - PSIM Jogja telah merampungkan dua laga uji coba di jeda kompetisi. Dua lawan dari kontestan Championship 2025/2026, PSIS Semarang dan Garudayaksa FC dipilih untuk menguji ketangguhan Laskar Mataram.
Tentu dua laga persahabatan itu menjadi panggung Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel, untuk membedah tim secara mendalam. Sebab, Pelatih asal Belanda ini ingin mengembalikan para pemain ke ritme bermain yang sesungguhnya. Mengingat pekan depan Kompetisi Super League sudah dimulai.
Walaupun, di dua laga uji coba itu PSIM Jogja berhasil mendapatkan hasil positif. Tapi Van Gastel mengaku hasil akhir bukan prioritas utama. "Seperti yang saya katakan di laga uji tanding terakhir bahwa itu tidak terlalu penting," ujarnya, Rabu (17/12).
Di sisi lain, dalam dua laga uji tanding itu, Juru taktik kelahiran 28 April 1972 ini mengaku mendapatkan beberapa catatan di timnya. Van Gastel melihat ada beberapa hal positif dan hal lain yang harus diperbaiki. "Saya akan menonton pertandingannya kembali dan menunjukkan kepada mereka (pemain)," ucapnya.
Dengan berbagai catatan tersebut, Van Gastel berharap timnya bisa lebih bagus lagi di lanjutan kompetisi nanti. Sebab eks pemain Feyenoord ingin PSIM Jogja tetap bisa di papan atas klasemen hingga akhir musim nanti. "Yang pasti, kami harus sadar mengapa kami bisa berada di posisi empat klasemen seperti sekarang," tuturnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo