SLEMAN - Gelandang asing andalan PSS Sleman Frédéric Injai, muncul sebagai pahlawan tim Laskar Sembada. Sabab, gol tunggalnya di masa injury time memastikan kemenangan Super Elja atas Garudayaksa FC dalam laga uji tanding yang berlangsung di Maguwoharjo International Stadium (MaglS), Sabtu (13/12) sore.
Laga antara PSS Sleman melawan Spirit of Garuda julukan Garudayaksa FC ini berjalan sangat menarik. Tim kebanggaan masyarakat Sleman yang turun dengan komposisi yang cukup terbilang mengejutkan malah langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit kick-off dibunyikan.
Dalam laga ini, menariknya, tim pelatih PSS Sleman memberikan kepercayaan kepada Fachruddin Aryanto yang baru sembuh dari cedera dan Imam Fathurahman untuk turun sejak menit awal sebagai starter.
Sebenarnya pada laga ini, sepanjang 45 menit pertama, Gustavo Tocantins dan kawan-kawan berhasil mendominasi jalannya laga. Anak-anak Sleman juga mampu menciptakan serangkaian peluang emas di mulut gawang Garudayaksa FC.
Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis dan banyaknya kesalahan-kesalahan individual para pemain PSS Sleman membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSS Sleman melakukan beberapa rotasi pemain untuk menyegarkan stamina tim. Beberapa nama yang selama ini jarang mendapat menit bermain turut unjuk gigi, di antaranya Ifan Nanda, Rezin Diop, serta Farrel Arda Santoso.
Kabar baik juga datang bagi publik Sleman dengan kembalinya Nuri Fasya. Bek sayap ini akhirnya mencicipi rumput hijau setelah menepi cukup lama akibat cedera. Masuknya tenaga baru ini membuat intensitas serangan PSS tetap terjaga, meski tim lawan juga sesekali menebar ancaman lewat skema serangan balik.
Angin segar yang dinantikan oleh para suporter PSS Sleman akhirnya tercipta. Saat laga seolah akan berakhir imbang, momentum yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di menit ke-90+4. Pergerakan lincah Frédéric Injai di dalam kotak penalti harus dihentikan secara paksa oleh bek lawan. Wasit pun tanpa ragu menunjuk titik putih.
Baca Juga: Update Banjir Sumatera Utara: 704 Orang Luka-Luka, 91 Orang Masih Dilaporkan Hilang
Injai sendiri yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan terukurnya sukses mengoyak jaring gawang Garudayaksa FC. Sehingga mengubah papan skor menjadi 1-0. Gol tersebut sekaligus menutup pertandingan sore itu dengan kemenangan untuk tuan rumah.
Usai pertandingan Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengaku senang karena menurutnya pertandingan uji coba ini sangat berjalan menarik. Apalagi, dalam laga uji coba ini PSS Sleman yang menurunkan pemain yang baru sembuh dari cedera, para pemain itu bisa menampilkan terbaik.
"Banyak pemain yang kami coba mereka konsisten ini menggembirakan. Semoga bisa terus konsisten dan apresiasi buat semua pemain," ujarnya.
Bek PSS Sleman Imam Fathurahman juga mengapresiasi para pemain yang setelah libur di jeda kompetisi ini bisa bermain dengan baik dan bisa menjalankan tugasnya di laga uji tanding ini. "Semua pemain bekerja keras dan kompak," tegasnya.
Sementara, Manajer tim Garudayaksa FC Derry Hidayat mengaku atmosfer pertandingan di MaglS sangat bagus untuk timnya. Menurutnya laga uji coba ini menjadi pengalaman berharga untuk timnya.
Baca Juga: Update Banjir Sumatera Utara: 704 Orang Luka-Luka, 91 Orang Masih Dilaporkan Hilang
"PSS punya basis suporter yang ramai, ini bisa meningkatkan mentalitas kami sebagai tim tamu. Ini momentum yang bagus untuk meningkatkan mental sebelum bergulirnya liga," lontarnya.
Tak hanya itu, menurut Derry inisiasi laga uji coba ini memang muncul dari Pembina Garudayaksa FC Danang Wicaksana Sulistya (DWS) yang merupakan warga asli Sleman. Danang, lanjutnya memberikan ide bahwa Sleman salah satu tim yang memiliki atmosfer yang sangat bisa dirasakan oleh pemain dan bisa melatih mental pemain.
"Beliau membantu supaya warga Sleman bisa datang ke stadion. Saya harap kedua tim akan terulang kembali hari ini dan kami harap bisa juara di sini," tuturnya.
Kapten Garudayaksa FC Asep Berlian juga mengaku sangat takjub dengan atmosfer yang luar biasa di MagIS. Menurutnya ini adalah hal yang sangat dirindukan.
"Karena saya belum mendapatkan atmosfer seperti ini, kalau di Grup Barat hanya di Medan," tandasnya. (ayu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita