Bencana banjir bandang hingga longsor yang menimpa sejumlah wilayah Sumbagut juga memicu gelombang solidaritas para pemain sepak bola. Di antaranya yang diinisiasi oleh striker PSS Sleman irvan Yunus Mofu. Yang awalnya ditujukan untuk membantu eks rekannya di PSIM Jogja Muammar Khadafi.
Amar, sapaan Muammar beserta keluarga kecilnya diketahui menjadi korban dampak bencana banjir di Aceh Timur. Melalui Instagram pribadinya, Amar menyampaikan sudah bertemu dengan keluarganya di Aceh Timur. Dia juga membagikan kondisi di kampung halamannya yang habis disapu banjir.
Irvan mengaku mendapatkan kabar tersebut setelah menghubungi Muammar Khadafi untuk menanyakan kondisi kampung halamannya. Setelah menanyakan kabar tersebut, dia mengaku kaget karena situasi di kampung halaman Amar sangat memprihatinkan.
Menurut pemain berusia 30 tahun itu, rumah Amar dilaporkan mengalami kerusakan parah dan akses terhadap makanan serta air bersih pun juga semakin terbatas. "Keluarga dia (Amar) mengungsi ke masjid buat tidur. Kata dia bantuan dari pemerintah juga belum tembus ke kampung dia," jelasnya, Rabu (3/12).
Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, maka Irvan langsung tergerak hatinya untuk melakukan aksi kemanusiaan. Pemain asal Papua Barat itu langsung menghubungi rekan-rekan pemain lain untuk menggalang donasi.
Di antaranya termasuk striker PSIM Rafinha. "Alhamdulillah respon teman-teman cepat dan sudah ada dana yang terkumpul buat Amar," katanya.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Irvan menyatakan jika aksinya itu boleh diikuti oleh siapapun yang ingin membantu Muammar Khadafi. Tak hanya bagi para teman-teman pemain sepak bola, tetapi masyarakat umum pun juga boleh untuk ikut menyalurkan donasi tersebut.
"Aku juga sudah bilang sama Amar kalau nanti ada donasi lebih, Amar juga bisa bantu korban di sekitar dia," lontarnya.
Tak hanya itu saja, Irvan sendiri juga sangat berharap supaya bencana yang melanda Aceh dan Sumbagut itu bisa menjadi perhatian serius pemerintah agar penanganan lebih cepat dan memadai.
Mengingat saat ini di wilayah tersebut sudah banyak masyarakat yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan pendampingan. Maka dari itu peran pemerintah dan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran bantuan demi mengurangi penderitaan warga.
"Semoga situasi cepat kembali normal seperti awal," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo