Pemain kelahiran Argentina ini mendapat sanksi tegas dari FIFA karena terbukti memalsukan data untuk bisa membela timnas Malaysia.
Pemain dengan posisi bek tengah ini mendapatkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan dari FIFA.
Pemain inti Deportivo Alaves ini resmi dicoret dari skuad utama untuk musim 2025/2026.
Hal ini terjadi sejak sanksi larangan bermain selama 12 bulan untuk tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Facundo Garces yang sempat menjadi sorotan pada awal tahun 2025 karena di umumkan sebagai pemain naturalisasi Malaysia teranyar, bersamaan dengan tujuh pemain lainnya yang di naturalisasi secara bersamaan.
Facundo Garces di sebut memenuhi syarat bermain untuk tim nasional Malaysia karena klaim garis keturunan, namun setelah bermain untuk timnas Malaysia.
FIFA melakukan penyelidikan terhadap tujuh pemain naturalisasi teranyar Malaysia, penyelidikan ini membuahkan hasil yaitu, ditemukan ketidaksesuaian data yang diajukan untuk proses perpindahan kewarganegaraan dan perpindahan federasi.
Ia di anggap melakukan pelanggaran pasal 22 kode disiplin FIFA, sehingga FIFA menjatuhkan hukuman dilarang bermain selama 12 bulan dan denda sebesar 2 ribu Swiss franc.
Akibatnya klub yang di naungi oleh Facundo Garces mengeluarkan keputusan dengan mencoretnya dari skuad utama untuk mengarungi La Liga musim 2025/2026.
Situasi ini juga menandai perubahan besar bagi Alaves, yang kehilangan salah satu pemain penting di lini pertahanan.
Sebelumnya, Garces bermain secara reguler sejak bergabung di musim 2024/2025. Garces adalah pilar penting dari skuad yang tampil di La Liga musim lalu.
Dengan tidak adanya Garces, Alaves kini harus menyesuaikan komposisi pertahanan untuk mengarungi musim 2025/2026.
Bagi Garces pribadi, sanksi ini menjadi pukulan berat dalam perjalanan kariernya.
Pemain berusia 26 tahun ini sedang berada di fase puncak performanya dan sempat di pandang sebagai bek potensial Amerika Selatan yang sukses beradaptasi dengan permainan di Eropa.
Kini, dengan sanksi larangan bermain dan pencoretan namanya di skuad utama Alaves membuat masa depannya di level tertinggi menjadi pertanyaan.
Karena masalah tersebut, nilai pasar Garces turun tajam hingga 50 persen. Dilansir dari website transfermarket, nilai pasar Garces sebelum terkena sanksi adalah 2 juta euro.
Setelah adanya sanksi yang menimpa, nilai pasarnya langsung turun menjadi 1 juta euro.
Penurunan nilai pasar ini mencerminkan dampak reputasi dan profesional yang sedang ia hadapi.
Kontroversi ini sekaligus menutup perjalanan yang sebelumnya terlihat begitu prospektif bagi program naturalisasi sepak bola Malaysia.
Kebijakan yang diambil serta konsekuensi terhadap karier Garces menunjukkan bahwa betapa rapuhnya proses yang selama ini diyakini mampu memberikan ekstra kekuatan secara instan bagi tim nasional.
Bagi Garces sendiri, ini adalah tekanan yang besar dalam menjaga reputasi serta melanjutkan kariernya di dunia sepakbola profesional.
Penulis: Alif Rizki Wahyu N K