JOGJA – PSIM Jogja punya tren unik sampai pekan ke-10 BRI Super League 2025/2026. Karena belum pernah menang di kandang sendiri dan saat bermain sore hari. Tiga kemenangan Laskar Mataram dicatatkan di kandang lawan dan bermain malam hari.
Mitos itu akan coba dipecahkan tim asuhan Jean Paul van Gastel saat menjami Dewa United di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Rabu (22/10) sore.
Pertandingan ini bukan sekadar adu gengsi dua tim dengan gaya bermain menyerang dan penguasaan bola yang tinggi. Tapi juga menjadi panggung duel taktik dua pelatih asal Belanda, Van Gastel di kubu PSIM, dan Jan Olde Riekerink di Dewa United.
Van Gastel menilai, bahwa secara garis besar tim lawan memiliki karakter permainan yang agak mirip dengan anak asuhnya. "Meski mereka kalah di laga terakhir melawan Madura United, tapi mereka punya pemain yang bagus menguasai bola dengan tempo dan durasi waktu lama," ujar Van Gastel, Selasa (21/10).
Mantan pelatih NAC Breda itu juga mengungkapkan, untuk laga kali ini komposisi pemainnya tidak akan banyak berubah dari laga sebelumnya kontra Persita Tangerang. Kemungkinan, hanya ada satu pergantian di starting eleven.
"Hanya Franco Ramos yang absen karena akumulasi kartu dan digantikan oleh Rendra Teddy. Selain itu tidak ada yang berubah," jelasnya.
Eks asisten pelatih Ronald Koeman itu mengakui waktu persiapan dan istirahat yang dimiliki anak asuhnya relatif singkat. Tapi dia tetap optimistis PSIM bisa tampil maksimal."Sekarang kami fokus ke game ini. Seperti biasa, setiap game saya selalu optimistis sejak menit pertama," tegasnya.
Bek PSIM Raka Cahyana menegaskan, secara keseluruhan tim dalam kondisi siap tempur dan termotivasi untuk meraih hasil positif. "Persiapan sudah cukup bagus, dan kami punya motivasi tinggi untuk memenangkan pertandingan ini. Semoga kami bisa mendapat tiga poin," ujar pemain yang baru dipanggil pelatnas timnas U-23 itu.
Baca Juga: Nottingham Forest Tunjuk Sean Dyche Sebagai Manajer Baru Gantikan Ange Postecoglou Yang Dipecat
Di kubu lawan, Jan Olde Riekerink menyebut, timnya sudah terbentuk dengan gaya permainan kolektif yang konsisten. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh masa kepelatihan Riekerink di Dewa yang masuk tahun ketiga. “Saya sudah punya gaya permainan di tim ini. Kami bermain kolektif dan berusaha terus mengembangkan permainan," bebernya.
Meneer Belanda itu menilai PSIM juga tim yang bagus. Namun, ia memiliki optimisme tinggi, dan menilai para pemain Dewa juga memiliki kualitas yang mumpuni.
Gelandang Dewa United Alexis Messidoro menambahkan, bahwa timnya datang ke Jogja dengan motivasi tinggi setelah hasil minor di laga sebelumnya. "Kami datang ke sini untuk mencari kemenangan, agar bisa menjaga posisi di klasemen," ujar pemain asal Argentina itu. (iza/pra
Editor : Heru Pratomo