Menjamu tim Persiba Balikpapan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (15/9) malam lalu, Laskar Sembada sukses menang tipis dengan skor 2-1.
Pelatih kepala PSS Sleman Ansyari Lubis mengatakan, selain menjadi modal berharga untuk menatap pertandingan ke depan.
Kemenangan itu terasa begitu spesial bagi tim Super Elja. Sebab kemenangan tersebut menjadi kado spesial untuk para suporter stia PSS Sleman yang saat ini masih menjalani hukuman dari komisi disiplin (Komdis) PSSI.
"Ketika kami bertanding tanpa penonton, ya kemenangan itu kami berikan pada mereka (suporter)," ucapnya, Selasa (16/9).
Diketahui saat ini, PSS Sleman masih harus menjalani sanksi larangan dua laga kandang tanpa penonton pada kompetisi Championship musim 2025/2026 ini.
Hukuman tersebut dijatuhkan oleh Komdis PSSI karena adanya kericuhan saat tim kebanggaan masyarakat Sleman ini menjamu Persija Jakarta, pada 17 Mei 2025 lalu.
Selain mendapatkan sanksi dua laga kandang tanpa penonton, tim Super Elang Jawa ini juga didenda sebanyak Rp270 juta, ditambah Rp25 juta karena gagal mengantisipasi kehadiran suporter Persija Jakarta.
Tak hanya itu, Komdis juga turut menjatuhkan teguran keras atas spanduk provokatif yang dipasang oleh para suporter tim kebanggaan masyarakat Sleman itu.
Akibat sanksi itu, dua laga kandang awal PSS Sleman di Maguwoharjo musim 2025/2026 dipastikan berlangsung tanpa dukungan para pendukung setianya.
Yakni saat menjamu Persiba Balikpapan, Senin (15/9) lalu dan saat menjamu Deltras FC, Senin (29/9) nanti.
Tentu saja hal itu pasti menjadi kerugian tersendiri buat PSS Sleman yang sedang mengawali debutnya di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.
Mengingat dukungan dari para suporter tim asal Bumi Sembada ini terkenal sangat fanatik dan luar biasa.
"Ketidakhadiran penonton, sebenarnya itu memang membuat sedikit merugikan tim," jelas Ansyari.
Meski begitu, Ansyari menyatakan bahwa di laga ke depan PSS Sleman tetap akan berkomitmen untuk terus memberikan permainan yang terbaik di setiap pertandingan.
Selain itu pelatih yang akrab disapa Uwak ini juga berharap jika setelah hukuman dari Komdis itu berakhir para suporter bisa kembali lagi mendukung tim kesayangan saat berlaga di kandang.
"Karena hadirnya suporter itu penting dan bisa jadi motivasi buat tim," tegasnya. (ayu).
Editor : Bahana.