Adapun berdasarkan hasil drawing, PSS Sleman masuk ke dalam Grup Timur bersama sembilan tim lainnya.
Kompetisi yang sebelumnya bernama Liga 2 tersebut saat ini terbagi menjadi dua grup besar, yakni Grup Barat dan Grup Timur.
Dalam kompetisi Championship itu nanti, ada sebanyak 20 klub yang akan bersaing. Masing-masing wilayah berisi 10 tim.
Skuad PSS Sleman yang kini diasuh oleh Ansyari Lubis tergabung di dalam Grup Timur dan bakal bertemu dengan dua tim lain yang sama-sama terdegradasi pada musim lalu, yakni Barito Putera FC dan PSIS Semarang.
Selain itu ada juga tim-tim kuat seperti Persela Lamongan, Persipura Jayapura, Kendal Tornado FC, Persiku Kudus, Deltras FC, Persiba Balikpapan, dan Persipal Palu.
Sementara untuk Grup Barat akan dihuni Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC, Sumsel United, Adhyaksa FC, Persikad Depok, FC Bekasi City, Garudayaksa, serta Persekat Tegal.
PSS Sleman bisa dibilang masuk ke dalam grup neraka, karena tim berjuluk Super Elang Jawa ini bakal menghadapi lawan-lawan yang tangguh yang musim ini dikabarkan memiliki pemain yang bertabur bintang, seperti Persipura Jayapura, Persela Lamongan, dan Barito Putera FC.
Menanggapi hasil drawing tersebut, Pelatih kepala PSS Sleman Ansyari Lubis mengaku pada sisa waktu yang ada saat ini, tim pelatih akan terus melakukan persiapan yang matang.
Sebab menurutnya semua lawan yang bakal dihadapi dalam Grup Timur itu merupakan tim-tim yang sangat kuat.
"Kami masih melakukan evaluasi dan saya pikir hampir semua kami evaluasi. Karena kami inginkan kami bisa kuat, mengingat ada Persipura, Persela, PSIS Semarang yang turun degradasi di grup kami," jelasnya, Senin (1/9).
Dengan segala persiapan yang matang dan memiliki mental bertanding yang kuat, Ansyari berharap tim Super Elang Jawa mampu bersaing di Grup Timur itu nanti dan memenuhi ambisi untuk kembali terbang tinggi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sebab baginya musim 2025/2026 ini bakal menjadi ujian yang sesungguhnya bagi Laskar Sembada.
"Jadi semua juga harus kami antipasi," tegasnya. (ayu).
Editor : Bahana.