JOGJA - Suporter PSIM Jogja merasa aneh dengan keputusan pelatih Jean Paul van Gastel. Yaitu yang hanya melakukan satu pergantian pemain saat melawan Persib Bandung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (24/8). Padahal pergantian pemain dalam laga yang berlangsung hingga 100 menit itu disebut bisa untuk mengulur-ulur waktu. Apalagi saat PSIM unggul 1-0.
Dalam laga tersebut, Laskar Mataram hanya melakukan satu kali pergantian pemain. Catatan perangkat pertandingan menunjukkan pergantian itu terjadi di menit ke-64, saat gelandang tengah Ghulam Fatkur ditarik keluar dan digantikan Savio Sheva. Sebaliknya, Persib Bandung memanfaatkan seluruh jatah lima pergantian sesuai regulasi kompetisi.
Baca Juga: Akhiri Ketegangan, Suporter PSIM Jogja dan Persib Bandung Islah di Mapolresta Jogja
Menanggapi hal tersebut, van Gastel menegaskan, keputusan hanya melakukan satu pergantian merupakan bagian dari situasi pertandingan yang ia nilai normal. "Ya memang hanya satu (Ghulam diganti Sheva), so why?" ujar Van Gastel, Rabu (27/8).
Meneer Belanda tersebut menjelaskan, meskipun regulasi memberikan kesempatan untuk melakukan lima kali pergantian, tidak ada kewajiban bagi pelatih untuk memanfaatkan seluruh kuota tersebut. "Saya melakukan pergantian pemain ketika saya pikir saya membutuhkannya, dan ketika saya pikir tidak butuh, maka saya tidak melakukan," jelasnya.
Mantan asisten pelatih Feyenoord itu menambahkan, praktik semacam itu lazim terjadi di berbagai kompetisi sepakbola dunia. Ia menilai, setiap pergantian sepenuhnya bergantung pada kebutuhan tim dalam situasi pertandingan, bukan sekadar karena adanya aturan yang memperbolehkan. "Ini bukan bagian dari strategi, tapi situasi normal yang juga dilakukan tim-tim lain di dunia," tutur eks pelatih NAC Breda itu. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo