JOGJA - Selebrasi gelandang serang PSIM Jogja Jose Pedro Magalhaes Valente atau yang akrab disapa Ze Valente, ternyata memiliki pesan khusus. Momen terjadi ketika ia mengangkat dua jari tangan kiri usai mencetak gol penaltinya ke gawang Persib Bandung. Yaitu jari telunjuk dan jari tengah. Menunjukkan kode huruf ‘V’.
Pertandingan PSIM kontra Persib yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, pada Minggu (24/8) lalu, berakhir imbang 1-1. Gol tunggal Laskar Mataram dicetak Ze Valente lewat titik putih di menit ke-63.
Setelah eksekusi gol itu, pemain asal Portugal itu tampak menunduk sambil mengangkat dua jari tangan kirinya. Sementara tangan kanannya disembunyikan di belakang tubuhnya.
Baca Juga: Mencegah Penghilangan Alat Bukti, Giliran BUKP Galur Digeledah Kejari Kulon Progo
Dijelaskan Ze, gestur tersebut sudah cukup rutin ia lakukan. Ia mengaku inspirasinya lahir dari maraknya konflik bersenjata yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk konflik di Gaza hingga Ukraina.
"Saya melakukan selebrasi ini sejak musim lalu. Itu jadi sebuah bentuk refleksi sekaligus ajakan agar dunia segera terbebas dari peperangan dan konflik," katanya, Rabu (27/8).
Pemain yang pernah membela Persebaya Surabaya hingga Persik Kediri tersebut berujar, situasi konflik yang terjadi sangat memilukan baginya. Sebagai pemain bola, sedikit banyak ia juga menginginkan untuk bisa berkontribusi menyebarkan kedamaian.
"Perang terus terjadi dan memburuk. Jadi saya selebrasi dengan tanda peace dengan dua jari, artinya dunia harus segera berdamai," harapnya.
Selain itu, pemain berusia 31 tahun tersebut juga menyebut ada pesepakbola lain yang melakukan selebrasi serupa. Sosok itu salah satunya adalah penyerang asal Palestina, Wessam Abou Ali, yang menampilkan gestur perdamaian saat membela Al Ahly SC di ajang Piala Dunia Antarklub 2025.
"Saya menyadari selebrasi ini bermakna lebih luas ketika seorang teman mengirimkan video pemain yang melakukannya di Piala Dunia Antarklub lalu. Dia menjelaskan arti di balik selebrasi itu, dan ternyata sama dengan apa yang saya lakukan," tuturnya. (pra)
Editor : Heru Pratomo