Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cahya Supriadi Bersinar di Bawah Mistar PSIM, Tetap Rendah Hati dan Siap Soal Peluang Kembali Gabung Timnas

Fahmi Fahriza • Senin, 25 Agustus 2025 | 19:55 WIB

Kiper PSIM Cahya Supriadi saat melawan Persib Bandung
Kiper PSIM Cahya Supriadi saat melawan Persib Bandung
 JOGJA - Dalam tiga laga yang sudah dijalani PSIM Jogja sejauh ini di BRI Super League 2025/2026, Cahya Supriadi tampil tak tergantikan sebagai kiper utama Laskar Mataram.

Secara garis besar, kualitas dan penampilannya juga cukup mengesankan, dari tiga laga, ia baru kemasukan dua gol, salah satunya melalui titik penalti.

Dalam laga yang baru saja dilangsungkan Minggu (24/8), melawan Persib Bandung, Cahya turut terpilih sebagai Man of The Match (MOTM) di laga tersebut.

Kiper berusia 22 tahun tersebut berhasil menggagalkan berbagai peluang krusial, termasuk menahan satu kali penalti Persib Bandung.

Seusai pertandingan, Cahya mengaku senang dan bersyukur bisa tampil baik, sekaligus berhasil menjadi MOTM.

Namun di sisi lain ia juga menyayangkan karena timnya gagal meraih poin penuh di kandang.

"Sayang sekali tidak bisa dapat poin penuh di kandang, tapi saya bersyukur dan apresiasi hasil kerja keras semua pemain," katanya, Senin (25/8).

Cahya menuturkan, bahwa tim-tim yang ada di Super League mayoritas adalah tim yang besar dan kuat.

Ia menilai PSIM sebagai tim promosi juga punya kualitas yang bagus, dan mampu memberi perlawanan yang sengit pada tim-tim tersebut.

"Menurut saya performa tim cukup bagus, dan kita sebagai sebuah tim promosi bisa tampil baik menghadapi tim-tim liga 1 yang kuat dan bagus," ungkapnya.

Secara pribadi, ia mengaku siap untuk bekerja lebih keras lagi ke depannya.

Di samping itu, ia juga merasa senang karena di tiga laga mendapat kepercayaan dari pelatih Jean Paul van Gastel untuk tampil.

Selain menambah jam terbangnya, hal tersebut juga menjadi indikator positif jika nanti dirinya mendapatkan kembali panggilan untuk membela timnas.

Untuk diketahui, Cahya sendir sedikit agak terlambat untuk bergabung latihan bersama tim PSIM, sebab sebelumnya ia masih mengikuti kompetisi Piala AFF Timnas U-23 pada Juli lalu.

"Kuncinya saya kerja keras di latihan, dan saya terapkan di pertandingan. Saya senang mendapat menit bermain di klub, dan siap jika akan ikut TC timnas lagi," bebernya.

Sementara itu, pelatih PSIM van Gastel juga mengapresiasi kinerja dan performa impresif yang sudah ditunjukkan oleh Cahya.

"Saya sangat senang dengan penampilan dan penyelamatan yang dilakukan Cahya," kata pelatih asal Belanda tersebut.

Selain itu, van Gastel juga menyoroti aspek lain di luar konteks teknis dan penampilan Cahya saat berada dalam lapangan.

"Di samping itu saya juga suka attitude nya, dia bagus dan bekerja keras," paparnya.

Lebih lanjut, soal potensi dipanggilnya Cahya untuk kembali membela timnas Indonesia U-23, van Gastel sendiri belum memberikan keterangan.

Sebab, sejauh ini memang belum ada panggilan resmi untuk kiper dengan tinggi badan 175cm tersebut. (iza)

Editor : Bahana.
#cahya supriadi #BRI Super League 2025 2026 #persib bandung #liga indonesia #PSIM Jogja