SURABAYA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel tak gentar menghadapi laga perdananya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ribuan Bonek, supporter Persebaya pun membuatnya bersemangat.
"Saya merasa jauh lebih muda dengan atmosfer yang tercipta, saya antusias dengan itu," kata van Gastel dalam jumpa pers di Stadion GBT, Kamis (7/8).
Menurut dia, banyaknya suporter yang hadir langsung di stadion akan menambah atmosfer pertandingan menjadi lebih seru dan menegangkan. Anak asuhnya pun sudah dipersiapkan.
Baca Juga: Disdukcapil Bantul Catat Ada 41 Warga Cantumkan Agama Kepercayaan di e-KTP
Laga ini juga akan menjadi momen emosional bagi bek baru PSIM Reva Adi Utama, yang kembali ke GBT bukan sebagai pemain Persebaya, melainkan lawan. "Senang bisa kembali ke GBT, tapi kali ini dengan suasana berbeda. Saya datang sebagai lawan," sebutnya.
Secara pribadi, Reva menilai laga perdana tersebut sangat penting sebagai momen pembuktian, bahwa PSIM memang layak berada di kasta teratas sepakbola Indonesia. "PSIM baru promosi ke Liga 1, dan pertandingan besok jadi pembuktian bahwa kami layak berada di sini," ujar Reva.
Dengan komposisi pemain yang hampir lengkap, strategi matang dari dua pelatih Eropa, dan dukungan suporter masing-masing, laga pembuka ini dipastikan berlangsung sengit dan menarik untuk disaksikan.
Pelatih Persebaya Eduardo Perez menyatakan, timnya siap tempur menghadapi musim baru. Ia menegaskan persiapan Persebaya berjalan optimal, baik dari aspek fisik, teknik, taktik, hingga mental.
"Kami senang hampir semua skuad siap menghadapi laga pembuka. Persiapan berjalan baik. Kami siap bermain di hadapan puluhan ribu Bonek," ungkap Perez.
Meski bertindak sebagai tuan rumah dan bermain di hadapan para suporternya, mantan pelatih PSS Sleman itu menaruh respek besar pada PSIM. Ia mengakui telah menganalisis calon lawannya tersebut, baik dari segi tim maupun kemampuan individu.
"Kami tahu mereka tim bagus, dengan pelatih bagus dari Eropa, dan banyak pemain berkualitas. Kami tidak akan menganggap remeh," tegasnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo