Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengarungi Ketatnya Liga 1 Indonesia, Ini Pesan Legenda PSIM Jogja M Irfan Kepada Generasi Baru Laskar Mataram

Fahmi Fahriza • Jumat, 8 Agustus 2025 | 01:55 WIB

Legenda PSIM Jogja M Irfan
Legenda PSIM Jogja M Irfan
JOGJA - Pecinta PSIM Jogja pasti tak asing dengan nama Mohamad Irfan atau M Irfan.

Dialah salah satu legenda PSIM Jogja yang pernah mengharumkan nama PSIM di tahun 2000-an.

Sebagai seorang legend, Irfan tentunya bangga melihat PSIM Jogja kini bisa kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

Bahkan, prestasi gemilang tersebut sudah dirasakan oleh pemain yang dulu berposisi di sektor sayap.

Irfan mengaku sudah punya firasat kuat bahwa musim 2024/2025 lalu akan menjadi musim emas dan berbuah manis bagi PSIM.

Beberapa bulan sebelum resmi promosi, ia pernah diwawancarai dan menyatakan keyakinannya itu.

"Saya percaya mereka akan lolos. Musim kemarin itu luar biasa, dengan Seto dan Erwan, mereka menemukan jati diri sesungguhnya," ulasnya.

Namun ia juga mengingatkan bahwa Liga 1 yang merupakan kasta tertinggi, bukan kompetisi biasa. Dari semua aspek, salah satu hal yang paling disoroti nya adalah mentalitas.

"Ini liga yang ketat. Pemain harus punya mentalitas, taktik, teknik, dan daya tahan penuh. Ini bukan lagi soal ecek-ecek. Dan bukan cuma teknis, tapi juga non-teknis. Mental harus benar-benar tangguh," pesannya.

Pesan untuk Generasi Baru PSIM

Sebagai sosok yang pernah menjalani 15 tahun karier profesional, M Irfan punya pesan penting bagi para pemain muda PSIM hari ini.

Menurutnya, ada tiga hal krusial yang bisa memutus karier jika tidak disikapi dan dikelola dengan baik, yakni ketenaran, kejenuhan, dan cedera.

"Itu harus dikelola baik, supaya karier panjang. Apalagi sekarang era industri dan komersialisasi, semuanya harus dipikirkan dengan bijak," ungkapnya.

Mungkin M Irfan tak lagi mengenakan kostum biru kebanggaan di lapangan hijau.

Tapi cintanya pada PSIM Jogjakarta tak lekang oleh waktu. Ia adalah bagian dari sejarah klub, saksi perjuangan dari era sulit, hingga kini menyaksikan klubnya bersinar kembali dari kejauhan.

"Alhamdulillah, saya diterima baik oleh semua elemen di PSIM. Dan saya selalu bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar ini," tutupnya.

Doa dan harapannya senada dengan yang banyak diungkapkan suporter hingga manajemen, agar PSIM bisa bersaing dan bertahan di kompetisi teratas, BRI Super League.

"Harapannya bisa bertahan di kasta teratas, itu tempatnya, dan dalam waktu yang lama," pungkasnya. (iza)

 

Editor : Bahana.
#m irfan #Laskar Mataram #PSIM Jogja