JOGJA - Kasim Botan musim lalu masih berseragam Persebaya Surabaya. Sedang M. Iqbal adalah pemain muda yang sempat berseragam Bajol Ijo. Musim ini keduanya menjadi pemain PSIM Jogja. Tapi urung reuni di Stadion Gelora Bung Tomo, kandang Persebaya, karena tak dibawa.
Laga perdana di Kompetisi Super League musim 2025/2026 menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion GBT, Jumat (8/8) nanti, skuad Laskar Mataram memboyong 21 pemain. Pelatih kepala PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel tak menyertakan Abiyoso, Kasim Botan, M. Iqbal, Andy Setyo, dan Khairul Fikri.
Meneer Belanda itu menjelaskan jelang melakoni laga perdananya nanti, tim pelatih sudah mempersiapkan skuadnya secara maksimal. Dalam sepekan terakhir tim pelatih sudah mempersiapkan, baik fisik, taktikal para pemain, dan menganalisis calon lawan.
"Kami mempersiapkan tim dengan baik juga karena saya tahu pertandingan besok akan cukup sulit untuk kami," ungkapnya, Rabu (6/8).
Meski Van Gastel mengetahui laga perdana melawan Persebaya bukanlah tugas yang mudah. Apalagi juga akan berhadapan dengan puluhan ribu Bonek Mania. Akan tetapi pelatih berusia 53 tahun tetap tidak akan gentar.
Baca Juga: Mikel Arteta Memiliki Keyakinan Besar Untuk Arsenal Bisa Sukses di Musim Premier League Yang Baru
Dia mengaku, sangat suka dengan banyak suporter dengan atmosfer. Ketika menjadi pemain dia sangat menikmati bermain di hadapan banyak suporter. “Karena ini akan memacu adrenalin, dan memberi kami energi," cetusnya.
Pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya ini tidak hanya menjadi penanda dimulainya kompetisi Super League musim 2025/2026.
Akan tetapi Van Gastel sangat berharap laga tersebut bisa menjadi ajang unjuk untuk tim lahir di tanggal 5 September 1929 silam itu sebagai pendatang baru di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. "Jadi saya tidak sabar untuk tampil di hadapan puluhan ribu suporter nanti," tegasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo