SLEMAN - Izin penggunaan Maguwoharjo International Stadium (MagIS) sudah diberikan pada dua klub, yakni PSS Sleman dan PSBS Biak. Sementara untuk PSIM Jogja, saat ini masih berproses.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Abu Bakar menjelaskan, syarat yang diberikan untuk semua klub sama saja. Mulai dari surat permohonan, berita acara persetujuan dari elemen suporter Sleman, berita acara persetujuan dari warga sekitar Stadion Maguwoharjo, hingga foto stadion.
"Syarat ini sebagai antisipasi untuk keamanan dan membantu aparat," katanya Jumat (1/8).
Dia menyebut, PSIM Jogja baru memenuhi persyaratan surat permohonan. Sementara untuk persetujuan warga formatnya belum sesuai dengan berita acara. Masih berupa tanda tangan dari warga yang hadir dalam pertemuan.
"Saya hubungi salah satu koordinator suporter baru nanti malam rapat koordinasi. Lalu akan disampaikan pada bupati," tambahnya.
Apabila PSIM jadi berkandang di Stadion Maguwoharjo, Abu menilai akan menjadi menambah pendapatan Bumi Sembada. Lantaran untuk satu kali pertandingan dikenakan biaya Rp 65 juta.
"Kalau pun ternyata hanya berkandang setengah kompetisi gapapa. Terpenting syaratnya," katanya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut, syarat paling krusial adalah berita acara kesepakatan dengan suporter. Hal ini mengingat kejadian yang tidak diinginkan berpotensi terjadi setelah pertandingan selesai.
"Sleman boleh sepanjang ada jaminan keamanan. Meski jadi potensi pendapatan, harus mempertimbangkan keamanan," tegasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita