Langkah ini sesuai arahan Gubernur Hamengku Buwono X yang meminta agar PSIM bermarkas di stadion kebanggaan Sleman itu.
"Kami diarahkan menggunakan Maguwoharjo International Stadium (MagIS) oleh Ngarsa Dalem. Itu titah beliau," ujar Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Wendy Umar, Kamis (24/7).
Ia memaparkan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah koordinasi. Termasuk sejak 23 Juni 2025 di mana PSIM menjalin komunikasi resmi dengan Bupati Sleman Harda Kiswaya untuk membahas perizinan dan dokumen pendukung.
"Dari sana, arahan bupati kami jalankan. Mulai dari perizinan hingga dokumen apa saja yang perlu disiapkan," jelasnya.
Tidak hanya koordinasi dengan pemerintah, manajemen dan Panpel PSIM juga telah melakukan konsolidasi internal bersama suporter Laskar Mataram, yakni Brajamusti dan The Maident.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan menjaga keamanan dan ketertiban. Diakui telah ditandatangani juga komitmen bersama oleh perwakilan kedua kelompok suporter, manajemen, dan Panpel.
"Selain itu, manajemen dan panpel juga ikut menandatangani komitmen itu," tandasnya.
Langkah berikutnya pada 8 Juli 2025, PSIM juga mengadakan silaturahmi dengan warga sekitar Maguwoharjo, yang disambut baik oleh masyarakat.
Hasil pertemuan itu juga sudah dilaporkan kepada bupati Sleman melalui kepala BKAD Sleman.
Saat ini Wendy memaparkan prosesnya sedang dalam pengurusan izin venue dan asesmen. Disebutkan, asesmen awal rencana penggunaan MagIS dijadwalkan 21 Juli.
Namun karena ada beberapa administratif yang sifatnya belum dilengkapi, jadwal asesmen terpaksa diajukan ulang.
Baca Juga: Wadah Suporter PSIM Jogja Brajamusti Ingin Menjaga Marwah Mataram is Love Selamanya
"Menurut surat resmi dari PT LIB, batas waktu pelaksanaan asesmen paling lambat adalah 31 Juli 2025," bebernya.
Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan boleh atau tidaknya suporter PSIM hadir ke stadion, Wendy berujar pembahasan belum sampai ke ranah itu.
"Kami fokus di izin pemakaian venue dulu. Baru nanti ada keterangan boleh penonton atau tidak, apakah terbatas atau full," ungkap Wendy.
Secara prinsip ia menjelaskan, jika izin diberikan maka nantinya MagIS berpotensi digunakan oleh lebih dari satu tim, termasuk PSS sebagai pemilik utama dan kemungkinan PSBS Biak yang juga mengajukan diri bermarkas di sana.
"Kami hadir sebagai tamu. Kalau digunakan lebih dari dua tim, lapangannya tentu akan sangat lelah. Untuk maintenance tetap ranahnya UPTD pengelola stadion," terangnya.
Jika nanti dalam praktiknya ada bentrok jadwal antara PSIM dan PSS, maka tim PSS tetap akan diprioritaskan.
Dalam waktu dekat manajemen PSIM juga akan melakukan pertemuan lanjutan dengan Pemkab Sleman guna membahas detail penggunaan MagIS sebagai homebase.
"Kami mengikuti prosedur dan arahan Ngarsa Dalem dan bupati Sleman. Itu sudah kami lakukan dan update selalu," tandas Wendy. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun