KUDUS - Penyisihan fase grup HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars yang bergulir di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah semakin seru dan kompetitif. Pada hari kedua, Selasa (8/7) ketika All Stars Semarang kontra All Stars Sumatera Selatan (Sumsel), tim All Stars Semarang berhasil menuai kemenangan dengan skor akhir 4-1. Sementara di pertandingan lain, All Stars Yogyakarta tampil trengginas menorehkan keunggulan atas All Stars Kalimantan 3-0.
Dari fase grup D, tim All Stars Yogyakarta juga mendapat tiga poin usai memenangi pertandingan sengit kontra tim All Stars Kalimantan. Laga yang dilakoni kedua tim tersebut cukup alot dengan agresivitas yang saling menekan lini pertahanan.
Gol pertama bagi All Stars Yogyakarta tercipta di menit ke-12, oleh sang kapten Ratu Aisha Binar Wicaksono yang secara sigap menendang bola liar hasil dari tendangan penaltinya usai dihalau kiper All Stars Kalimantan, Siti Fatima Mutiara Kasih.
Ratu dan kawan-kawan kembali mencetak poin berkat pola permainan bola pendek di depan gawang All Stars Kalimantan. Monica Agesti Kusuma Rani berhasil menceploskan bola ke gawang lawan di menit ke-23 berkat assist apik Ayla Dva Khala Ahisma, pemain jebolan MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta.
Lagi-lagi, dengan pola bermain progresif, tim All Stars Yogyakarta menambah pundi gol berkat umpan silang Putri Neza Larasati dari tengah kotak penalti ke arah kanan gawang yang digocek lagi oleh Monica hingga tercipta gol. Alhasil, kemenangan 3-0 atas tim All Stars Kalimantan.
Ayla mengaku senang ikut bertanding membela nama besar Yogyakarta di level nasional dan meraih kemenangan di hari kedua HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars.
“Bertanding di Piala Pertiwi lebih sulit karena lawannya pasti yang terbaik di U14 dan U16, Tapi aku happy menjalani pertandingan dengan maksimal, pokoknya terus semangat buat mengumpulkan poin biar bisa juara grup,” ucap Ayla optimistis.
Senada, Monica yang membuat brace saat debut tim All Stars Yogyakarta mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan pertama. Meski merasakan lelah lantaran membendung serangan lawan yang intens, ia dan tim optimistis memetik hasil bagus.
“Saat menjalani pertandingan pasti sangat nervous, tapi kami dapat melewatinya berkat kerjasama tim yang baik dan kompak. Kami semua bisa bermain lepas karena tim pelatih juga mendorong kami agar berani shoot jika di depan gawang,” ujar Monica.
Editor : Heru Pratomo