JOGJA – Pada laga PSIM Jogja melawan Bhayangkara FC, Kamis (19/12/2024) Rendra Tedy Wujanarko harus ditarik keluar dengan kondisi cedera. Bahkan cedera itu disebut mengancam karirnya di sepak bola.
Tapi dengan etos dan kerja kerasnya, Rendra berhasil recovery lebih cepat. Bahkan sudah bisa dimainkan di babak 8 besar dan final Liga 2. Hingga membawa Laskar Mataram juara. Hal it uterus diingat manajer PSIM Jogja Razzi Taruna.
Dia mengungkapkan alasan dipertahankannya Teddy karena etos kerjanya yang tinggi. Mengingat pada musim lalu Teddy sempat mengalami cedera parah yang dikira akan mengakhiri musimnya, tetapi justru berhasil kembali ke lapangan.
Dengan semangatnya untuk recovery dan latihan mandiri, dia gigih untuk kembali. “Pada akhirnya, dia bisa main di beberapa pertandingan terakhir, sampai dia juga jadi pemain inti di pertandingan final," ungkapnya, Jumat (20/6).
Selain itu, menurutnya Teddy merupakan salah satu kapten tim musim lalu, yang bawa Laskar Mataram juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1. Dia juga multiposisi. Pernah dicoba di beberapa posisi, seperti di bek tengah dan bek kanan. “Artinya, dia menunjukkan bahwa pemain ini akan berguna dari segi taktikal karena bisa bermain di banyak posisi," katanya.
Ke depan Razzi sendiri sangat berharap agar mantan pemain Arema FC dan Deltras FC itu dapat menjaga konsistensinya di Liga 1. "Semoga Teddy ini bisa terus konsisten ke depannya," ujarnya.
Baca Juga: Gembosi PSS Sleman, Tim Promosi Persijap Jepara Perkenalkan Wahyudi Hamisi Sebagai Rekrutan Anyar
Kontribusi Teddy bagi Laskar Mataram pada musim lalu memang terbilang sangat signifikan. Pemain yang berusia 28 tahun ini berhasil tampil solid dalam 17 pertandingan dengan total 1.253 menit bermain, dan terbilang piawai dalam menjalankan peran ganda sebagai bek tengah maupun bek kanan.
"Senang dan bangga sekali bisa kembali membela PSIM di kasta tertinggi sepak bola Indonesia," ucapnya.
Baca Juga: Terekam CCTV Buang Sampah Sembarangan di Bantul, Siap-Siap Kena Operasi Tangkap Tangan (OTT)
Menatap tantangan di kompetisi Liga 1 musim 2025/2026 nanti, Teddy mengaku tidak ingin memasang target pribadi. Pemain kelahiran 14 Juni 1996 ini hanya ingin fokus pada kemenangan tim dan ingin menampilkan performa sebaik mungkin. "Suasana kota Jogja yang sangat ramah membuat saya betah," tegasnya.
Saat ini Teddy sendiri mengaku sudah tidak sabar untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan di Kota Jogja. Seba ia sangat rindu dengan dukungan dari para suporter PSIM Jogja, baik Brajamusti dan The Maident. "Suporter sangat luar biasa saat bermain di kandang," lontarnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo