SLEMAN - PSS Sleman terus mempersiapkan diri menyongsong kompetisi Liga 2 musim 2025/2026. Setelah terdegradasi dari kasta tertinggi, Super Elja kini bertekad segera bangkit dan kembali bersaing di Liga 1.
Manajer PSS Sleman Leonard Tupamahu mengaku, saat ini pihak manajemen tidak ingin bersantai-santai dalam menyiapkan tim. Manajemen terus bekerja dalam diam untuk membentuk tim.
Menurutnya, fokus utama yang sedang dilakukan oleh manajemen adalah ingin mempersiapkan tim yang lebih matang. Terutama dalam hal perekrutan pemain.
"Kalau saya pribadi, menyiapkan tim ini tantangan juga. Tantangan dalam menyiapkan tim dan skuad," katanya Kamis (19/6).
Bukan tanpa alasan Leonard mengatakan hal itu, sebab pria 41 ini tidak ingin mengulang kesalahan seperti di musim lalu. Di mana para pemain yang direkrut ada yang mengalami cedera dan tidak maksimal membela tim.
Apalagi, menurutnya, PSS akan menghadapi calon-calon tim yang kuat dan memiliki target tinggi dalam kompetisi Liga 2 nanti. "Kami tidak bisa kecelik atau kesandung lagi dalam merekrut pemain. Kami sudah belajar dari sebelum-sebelumnya. Tahun ini ya harus lebih baik," tegasnya.
Leonard menyatakan untuk menjalani kompetisi Liga 2 musim 2025/2026, manajemen akan berusaha semaksimal mungkin merekrut pemain yang benar-benar sesuai kebutuhan tim dan memiliki kualitas mumpuni.
Sehingga dengan persiapan lebih matang dan evaluasi menyeluruh dari musim lalu, manajemen berharap timnya mampu menampilkan performa terbaik di Liga 2 musim 2025/2026 dan segera kembali ke Liga 1.
"Baik lokal maupun asing, kami harus berusaha lebih baik dalam merekrut dan menyiapkan pemain. Kalau pelatih kami sudah mempunyai pelatih yang terbaik, Coach Pieter, tinggal pemainnya," tandasnya.
Diketahui, PSS Sleman sejauh ini baru mengumumkan satu nama pemain yang resmi bertahan, yakni Dominikus Dion. Pemain 20 tahun itu telah dipagari kontrak selama tiga musim atau hingga tahun 2028. (ayu/laz)
Editor : Heru Pratomo