Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Didukung tapi Akan Jadi Investasi Mahal Jadikan Stadion Kridosono Training Ground bagi PSIM Jogja

Rizky Wahyu Arya Hutama • Sabtu, 14 Juni 2025 | 04:12 WIB
GENJOT FISIK: Skuad PSIM berlatih di Stadion Kridosono kemarin (4/10). Engkus Kuswaha (paling kiri) juga sudah ikut berlatih bersama tim.(Foto:Rizal SN/Radar Jogja)
GENJOT FISIK: Skuad PSIM berlatih di Stadion Kridosono kemarin (4/10). Engkus Kuswaha (paling kiri) juga sudah ikut berlatih bersama tim.(Foto:Rizal SN/Radar Jogja)

 

JOGJA - Tawaran Gubernur DIJ Hamengku Buwono X yang merekomendasikan Stadion Kridosono menjadi sebagai training ground bagi PSIM Jogja disambut baik.

Di antaranya karena membatalkan rencana semula yang akan dijadikan ruang terbuka hijau. Meski menimbulkan pertanyaan pula terkait investasi mewujudkan training ground.

Selain membayar sewa ke Keraton Jogja, sebagai pemilik lahan Stadion Kridosono, ada biaya tambahan berupa perbaikan fasilitas. Sejumlah pelaku sepak bola lokal yang menilai Stadion Kridosono jauh dari kata layak.

Butuh renovasi total jika ingin digunakan untuk standar latihan tim profesional. Perkiraan biayanya pun bisa mencapai miliaran rupiah.

Kekhawatiran utama dari pelaku sepak bola terletak pada kondisi lapangan yang dinilai tidak rata dan seadanya. Sehingga dengan kondisi tersebut bisa mengakibatkan para pemain profesional mengalami cedera saat menjalani latihan di Stadion Kridosono tersebut.

"Tidak tahu kalau itu nanti dirawat benar ya mungkin bisa. Kalau kondisi saat ini ya sangat-sangat tidak layak," kata pelaku sepak bola asal Jogja Muhammad Rifai, Jumat (13/6).

Selain lapangan yang tidak rata, kondisi lapangan di Stadion Kridosono yang saat ini juga sering digunakan untuk konser.

Meskipun Stadion Kridosono sering menjadi pilihan dari sekolah sepak bola (SSB) karena ketiadaan alternatif lain, tapi kondisinya saat ini dinilai sangat tidak mendukung untuk kebutuhan latihan tim profesional.

"SSB yang memakai (stadion) Kridosono itu karena tidak ada tempat lain dan yang memungkinkan di ya (Stadion) Kridosono itu," lontarnya.

Selain lapangan, Rifai juga menilai fasilitas penunjang lainnya juga menjadi sorotan. Tribun penonton yang seharusnya bisa menjadi tempat istirahat disebut bocor dan kamar mandi juga tidak layak.

Baca Juga: PSIM Jogja Akan Rekrut 28 hingga 30 Pemain di Liga 1, Segera Umumkan Pendamping Rafinha

Bahkan, penerangan di stadion tersebut tidak ada, sehingga sangat membatasi penggunaan di malam hari.

"Kalau mau dipakai ya harus direnovasi dulu sebenarnya. Terutama lapangan, tribun dan kamar mandi. Lampu juga tidak ada. Itu memang harus dirombak total," tegasnya.

Rifai juga menyoroti tingkat kebisingan di sekitar Stadion Kridosono yang sangat tinggi akibat banyaknya kendaraan berlalu-lalang. Hal ini dinilai kurang mendukung untuk suasana latihan yang kondusif.

Sebab menurutnya, untuk training ground yang representatif, sebaiknya mencari tempat yang luas dan tenang.

Di samping permasalahan fasilitas, adanya rekomendasi ini juga memunculkan kekhawatiran terkait jadwal latihan SSB yang selama ini rutin menggunakan Stadion Kridosono, khususnya SSB Indonesia Muda (IM) Naturindo.

"Tapi itu kami dukung kalau mau dibikin bagus. Tapi itu SSBnya juga dibantu dipikirkan," cetusnya. (ayu/pra)

Editor : Heru Pratomo
#stadion kridosono #Keraton #Hamengku Buwono X #gubernur dij #training ground #PSIM Jogja