Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BCS Siapkan Koreografi Spektakuler di Laga Home Terakhir Musim Ini, Penentuan Nasib PSS Sleman

Guntur Aga Tirtana • Kamis, 15 Mei 2025 | 04:50 WIB
Suporter PSS Sleman di MagIS
Suporter PSS Sleman di MagIS
 
SLEMAN - Atmosfer panas siap menyelimuti laga terakhir PSS Sleman musim ini. Brigata Curva Sud (BCS), kelompok suporter setia LaskarSembada, telah memberikan sinyal kuat akan menyuguhkan koreografi yang luar biasa di pertandingan melawan Persija Jakarta yang akan terselenggara di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (17/5/2025) malam nanti.
 
Salah satu perwakilan suporter dari BCS Agus Priyo Nugroho menjelaskan, saat ini memang para suporter dari BCS sudah mempersiapkan koreografi yang luar biasa jelang laga home terakhir nanti atau saat melawan tim Macan Kemayoran.
 
Koreografi tersebut dibuat untuk membakar semangat para pemain, mengingat saat ini PSS Sleman sendiri juga masih berada di jurang degradasi.
 
Baca Juga: Andalkan Cabang Olahraga Senam untuk Raih Emas di PON 2028: KONI DIY Minta Senam Perbanyak Even Pembibitan
 
"Kami selayaknya suporter menuntut pun juga harus memberi suport dan apresiasi juga. Tidak semata-mata kami ini menyalahkan 100 persen itu tidak juga. Karena gimana pun tetap pemain PSS juga menjadi bagian kami," katanya, Rabu (14/5/2025).
 
Selain untuk membakar para semangat, koreografi itu dibuat karena para suporter dinilai menjadi salah satu bagian tubuh dari PSS Sleman.
 
Makannya di laga hidup dan mati nanti para suporter sangat berambisi menyiapkan koreografi itu.
 
Baca Juga: Pekerja Asing di Jogja Dipantau, Bakesbangpol Bentuk Tim Pemantauan Orang Asing Sasar Usaha Kuliner: Siapkan Edukasi ke Pelaku Usaha
 
"Kalau rezekinya bertahan ya bertahan, kalau degradasi insyaallah teman-teman sudah mengikhlaskan untuk menyambut musim depan," jelasnya. 
 
Meski secara konsep Agus tidak mau membocorkan, karena sudah menjadi kesepakatan bersama dari para suporter. Namun pria berusia 29 tahun itu memastikan koreografi tersebut bakal spektakuler.
 
"Nanti bisa dilihat sendiri aja di Stadion," tegasnya.
 
Baca Juga: Pekerja Asing di Jogja Dipantau, Bakesbangpol Bentuk Tim Pemantauan Orang Asing Sasar Usaha Kuliner: Siapkan Edukasi ke Pelaku Usaha
 
Tak hanya itu saja, selain sudah menyiapkan koreografi yang spektakuler, di laga hidup dan mati saat melawan Persija Jakarta nanti, ribuan suporter PSS Sleman siap all out untuk mendukung tim kebanggaannya.
 
Sebab para suporter sangat berharap Super Elang Jawa ini bisa meraih tiga poin penting di laga home terakhir musim ini.
 
"Supaya bisa memberi sedikit nafas untuk menentukan bertahan atau degradasi. Tapi kalau besok hasilnya kalah atau imbang para suporter sudah siap," cetusnya.
 
Baca Juga: Pemkot Jogja Matangkan Regulasi Penataan Sumbu Filosofi, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Siapkan Perwal
 
Di sisi lain, tim PSS Sleman juga terus mempersiapkan diri dengan baik jelang laga hidup dan mati nanti.
 
Mengingat saat ini Laskar Sembada sendiri terbilang nasibnya masih bergantung dengan tim lain.
 
"Ini bakal menjadi pertandingan penting serta kami sangat siap untuk menghadapinya. Sudah kalian ketahui bagaimana sambutan suporter. Saya baru kali ini mendapatkan sambutan yang luar biasa seperti itu," kata Pelatih kepala PSS Sleman Pieter Huistra. (ayu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#degradasi #Laga Hidup dan Mati #PSS Sleman #koreografi #pieter huistra #persija jakarta #Brigata Curva Sud (BCS) #kelompok suporter