SLEMAN – “Tidak ada yang tidak mungkin di sepakbola.” Hal itu ditekankan pelatih PSS Sleman Pieter Huistra jelang laga hidup mati menghadapi PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (3/5) malam.
Dalam laga ini Huistra kembali menargetkan hasil positif. Mengingat kondisi PSS yang masih terjerembab di dasar klasemen sementara Liga 1 dengan 22 poin. Dengan sisa empat pertandingan, kemenangan menjadi harga mati.
“Harus menang, memang tidak mudah tapi dengan dukungan supporter, everything is possible,” tegasnya dalam prematch Jumat (2/5).
Eks pelatih timnas Indonesia itu menyebut, kedatangan Sleman Fans dalam latihan PSS pada Kamis (1/5) memberikan semangat positif bagi pemain dan pelatih.
Menurut dia, meski Super Elang Jawa dalam kondisi buruk, dukungan tetap diberikan para pendukung. “Kami senang dengan kehadiran supporter dan berharap bisa menunjukkan hasil yang baik,” ungkapnya.
Bek PSS Kevin Gomes juga mengutarakan, jika saat ini para pemain masih dalam kepercayaan tinggi. Meski dalam empat pertandingan terakhir mengalami kekalahan, dukungan langsung dari supporter memberikan motivasi tambahan.
Apalagi saat Laskar Sembada dalma kondisi sulit tapi masih tetap loyal. “Tentu memberi tenaga lebih bagi pemain,” ungkapnya.
Terkait dengan lawannya, Huistra mengatakan, tim Juku Eja-julukan PSM- bukan tim yang mudah dikalahkan. Dia menyebut, tim besutan Bernardo Tavares itu memiliki banyak senjata (pemain) yang bisa dimainkan. Tapi hal itu sudah diantisipasi tim pelatih selama latihan. “Kita lihat saja seperti apa besok,” ungkap pelatih asal Belanda itu.
Jika PSM punya banyak senjata di pemainnya, bagaimana dengan PSS yang banyak ditinggal pemain karena cedera? Diakui eks pelatih Borneo FC itu, tak banyak pilihan pemain di skuadnya saat ini.
Hanya dia menegaskan akan mementingkan keseimbangan tim. Apalagi tak banyak piluihan pemain di setiap lini. “Yang penting seimbang saat menyerang dan bertahan,” paparnya.
Sebenarnya PSS diuntungkan jadwal PSM yang padat. Tavares sempat mengeluhkan timnya tanpa jeda istirahat yang memadai usai bertanding di ajang semifinal ASEAN Club Championship (ACC) melawan Cong An Ha Noi (CAHN) FC di Vietnam, Rabu (30/4), tim langsung terbang pulang ke Indonesia hanya enam jam setelah pertandingan usai. ” Pemain bukan robot. Mereka butuh istirahat dan pemulihan,” ketusnya. (pra)
Editor : Heru Pratomo