Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Ulangi Prestasi 20 Tahun Lalu usai Kalahkan PSPS Pekanbaru 2-1, Siap Hadapi Bhayangkara FC di Final Liga 2

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 18 Februari 2025 | 04:20 WIB

 

Suporter PSIM Jogja membentangkan spanduk perpisahan dengan Liga 2
Suporter PSIM Jogja membentangkan spanduk perpisahan dengan Liga 2
 

 

JOGJA - Senin (17/2) sore menjadi hari bersejarah bagi PSIM Jogja. Ya, kemarin itu di Stadion Mandala Krida Jogja, tim berjuluk Laskar Mataram ini memastikan diri lolos secara otomatis ke Liga 1 musim 2024/2025 ini.

Kepastian lolosnya tim kebanggaan masyarakat Jogja itu didapat usai PSIM mengalahkan PSPS Pekanbaru dengan skor 2-1. Ini juga penantian panjang 20 tahun PSIM Jogja untuk promosi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Dua gol dari PSIM disarangkan Rafinha di menit ke-12 lewat tendangan penalti dan Roken Tampubolon di menit ke-87. Sementara satu gol balasan PSPS Pekanbaru dibuat Ilham Fathoni dari kotak penalti di menit ke-36.

Kemenangan atas tamunya ini juga membuat PSIM lolos ke partai final Liga 2 2024/2025 menghadapi Bhayangkara FC untuk merebutkan trofi juara Liga 2. Kepastian naik kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini juga disambut suka cita pemain, manajemen serta para suporter PSIM.

Rafinha merayakan golnya ke gawang PSPS Pekanbaru
Rafinha merayakan golnya ke gawang PSPS Pekanbaru

Caretaker Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengaku sangat bersyukur atas hasil yang berhasil diraih timnya kali ini. Menurutnya, kemenangan atas PSPS Pekanbaru sekaligus lolosnya PSIM ke Liga 1 ini merupakan takdir dan jalan dari Tuhan. "Allah yang mengegrakkan dan mempermudah ini semua," ujarnya usai pertandingan.

Erwan juga mengapresiasi perjuangan dari para pemain yang selama ini telah berjuang keras di atas lapangan. Tak hanya itu, pelatih asal Magelang ini juga berterimakasih kepada para suporter yang selalu setia menemani PSIM selama ini.

"Semangat juang pemain bisa membawa PSIM ke Liga 1. Terima kasih untuk dukungan suporter. Penantian panjang, akhirnya kami bisa ke Liga 1," tegasnya dengan nada haru.

Kapten PSIM Sunni Hizbullah juga mengaku bersyukur atas kemenangan yang berhasil diraih pada laga pamungkas Grup X babak 8 besar ini. Akhirnya, atas kemenangan itu bisa membawa PSIM lolos ke Liga 1.

"Hampir 20 tahun menanti momen ini. Ini hasil dari kerja keras semuanya. Suporter juga luar biasa, tidak menyurutkan semangat kami," ujarnya.

Jalannya pertandingan antara PSIM Jogja melawan PSPS Pekanbaru sangat seru. Tuan rumah bermain sabar mengawali babak pertama.  PSPS mencoba agresif, tapi upaya mereka belum bisa menembus pertahanan PSIM Jogja.

Pada menit ke-12, berawal dari serangan balik cepat, PSIM menciptakan momentum berbahaya lewat penetrasi Rafinha hingga di area penalti lawan. Aksi pemain asal Brasil itu kemudian dihentikan secara paksa oleh pemain bertahan PSPS.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Rafinha yang maju sebagai algojo berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. Tendangan cungkil Rafinha memperdaya kiper PSPS hingga skor pun menjadi 1-0 untuk tuan rumah.

Setelah tertinggal satu gol, PSPS bermain lebih berani. Namun belum ada gol tercipta hingga menit ke-25. Memasuki menit ke-31, wasit mencabut kartu merah dari dalam sakunya untuk bek PSPS. Adalah Iman Fathurohman yang diusir keluar lapangan karena melakukan pelanggaran terhadap Rafinha.

Dirut PSIM Jogja Yuliana Tasno memeluk manajer PSIM Dyaradzi Aufa Taruna usai pertandingan PSIM melawan PSPS
Dirut PSIM Jogja Yuliana Tasno memeluk manajer PSIM Dyaradzi Aufa Taruna usai pertandingan PSIM melawan PSPS

Meski begitu pada menit ke-37 PSPS justru mampu mencetak gol penyama kedudukan melalui Ilham Fathoni, juga lewat penalti. Skor 1-1 untuk sementara.

Setelah gol itu, PSPS tetap bermain menyerang meski mereka juga kehilangan satu pemain. PSIM banyak menyerang lewat serangan balik. Meski begitu, tak ada lagi gol tercipta hingga turun minum PSIM vs PSPS sama kuat 1-1.

Pada babak kedua, hujan yang mengguyur venue pertandingan belum juga reda. Kedua tim masih jual beli serangan.

 

Editor : Heru Pratomo
#Stadion Mandala Krida #20 tahun #erwan hendarwanto #psps pekanbaru #bhayangkara fc #promosi #Yuliana Tasno #Liga 2 #Liga 1 #PSIM Jogja