Tim Super Elja wajib menang pada laga tersebut. Sebab selain mengamankan posisinya di dalam klasemen, kemenangan juga sangat berarti untuk menjauhkan tim dari evaluasi manajemen.
Meskipun tim Laskar Sape Kerrab, julukan Madura United saat ini masih menjadi juru kunci klasemen sementara Liga 1 musim 2024/2025 ini.
Akan tetapi Pelatih kepala PSS Sleman Mazola Junior mengaku tetap tidak mau meremehkan tim besutan dari Rahmat Basuki itu.
Mazola meminta kepada para pemainnya tetap fokus dan mewaspadai para pemain dari tim Madura United di laga nanti.
Mau tidak mau PSS Sleman harus bisa mengamankan tiga poin pada laga pamungkas putaran pertama itu.
Mengingat Pelatih asal Brasil ini diwajibkan oleh manajemen supaya bisa menyelesaikan putaran pertama ini jauh dari zona degradasi dengan perolehan 15 poin.
"Target kami seharusnya 18 poin. Tapi itu belum tercapai dan belum cukup, saya juga sedikit frustasi," ungkap Mazola Rabu (25/12).
Meski sempat ada beberapa pemain yang masuk ke rumah sakit karena terkena infeksi makanan saat meladeni Persija Jakarta pekan ke-16, Sabtu (21/12) malam lalu.
Akan tetapi untuk saat ini, Mazola sudah memastikan jika para anak asuhnya sudah siap untuk menjamu Madura United di pekan ke-17 nanti.
Bagi Mazola, laga antara PSS Sleman melawan Madura United ini adalah laga final, karena pertandingan ini adalah pertandingan terakhir di tahun 2024.
Sehingga mau tidak mau anak-anak Bumi Sembada harus bisa mendapatkan hasil yang maksimal di laga tersebut.
"Karena ini laga terakhir, kami harus lakukan untuk manajemen dan masuk tahun baru aman dari zona degradasi. Kami minta dukungannya, semoga bisa meraih kemenangan untuk keluar dari degradasi," lontarnya. (ayu).
Editor : Bahana.